Debit Sungai Menyusut Akibat Kemarau, Distribusi Air Bersih Perumda AMDT PPU Digilir Bertahap

Ari Arief • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:50 WIB
PENDALAMAN: Petugas Perumda AMDT PPU sedang melakukan pendalaman dan pembesaran aliran air baku dari kolam retensi ke sungai.(IST)
PENDALAMAN: Petugas Perumda AMDT PPU sedang melakukan pendalaman dan pembesaran aliran air baku dari kolam retensi ke sungai.(IST)

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengakibatkan penurunan debit air baku secara drastis di Sungai Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, PPU. Kondisi tersebut memaksa Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU menghentikan sementara operasional distribusi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Lawe-Lawe guna memulihkan serta mengisi kembali ketersediaan air pada reservoir penyimpanan.

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid dalam pengumuman resminya bernomor 690/48/Hublang/Perumda.AMDT/VIII/2026 tanggal 28 Agustus 2026, menyampaikan bahwa penghentian sementara (off) ini dilakukan untuk menjaga stok air produksi. Air baku yang diolah saat ini ditampung terlebih dahulu ke dalam reservoir sebelum nantinya disalurkan kembali kepada pelanggan secara bertahap.

Baca Juga: Panen Kedua Program P2L Bhayangkari PPU Hasilkan 9 Ton Melon

"Pendistribusian air akan kembali dilakukan setelah volume air pada reservoir mencukupi dan kondisi debit air baku memungkinkan," kata Abdul Rasyid.

Akibat penghentian sementara dan skema penampungan bertahap ini, kualitas, kuantitas, serta kontinuitas aliran air ke rumah-rumah warga dipastikan terdampak. Sejumlah wilayah akan mengalami gangguan berupa penurunan tekanan air hingga tidak mengalir sama sekali.

Baca Juga: Truk vs Pickup di Petung, Polres PPU Imbau Pengendara Ekstra Waspada

Adapun sembilan wilayah pelayanan di Kecamatan Penajam yang terdampak gangguan pasokan air ini meliputi:

  1. Kelurahan Sungai Parit

  2. Kelurahan Nipah-Nipah

  3. Kelurahan Nenang

  4. Kelurahan Gunung Steleng

  5. Kelurahan Penajam

  6. Kelurahan Lawe-Lawe

  7. Kelurahan Petung

  8. Desa Girimukti

  9. Desa Sidorejo

Upaya Teknis di Lapangan

Baca Juga: Jangan Cuma Ganti Oli, 7 Komponen Mobil Setelah 5 Tahun Wajib Dicek

Guna mengatasi keterbatasan pasokan air baku, jajaran teknis Perumda AMDT langsung bergerak melakukan penanganan darurat di area sumber air. Di lokasi penampungan, petugas melakukan pekerjaaan teknis berupa pendalaman serta pembersihan dan pembesaran saluran/aliran air baku yang menghubungkan kolam retensi ke badan Sungai Lawe-Lawe.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (28/8/2026) pagi, tampak dua orang petugas teknis berkulit gelap dan berkaus kerja turun langsung ke kubangan air dan lumpur. Dengan memegang cangkul serta bambu penyangga, petugas sibuk pengerukan manual dan membersihkan rintangan guna melebarkan serta memperdalam celah aliran air baku.

Baca Juga: Demo Tak Dihadiri Petugas, Warga Korban Relokasi IKN Segel Kantor Pembantu Badan Bank Tanah

Langkah manual ini ditempuh agar sisa-sisa air baku dari kolam retensi dapat mengalir lebih lancar dan maksimal menuju alur sungai sebelum dipompa masuk ke instalasi pengolahan.

Manajemen Perumda AMDT PPU menyampaikan permohonan maaf  kepada seluruh pelanggan di Wilayah Kecamatan Penajam atas ketidaknyamanan yang terjadi, serta mengimbau warga untuk menghemat penggunaan air selama masa pemulihan berlangsung.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
giliran Perumda AMDT air