Pendekatan Spiritual dari Karhutla, Tiga Pilar PPU Gelar Apel Pasukan dan Salat Istisqa 

Ahmad Maki • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:48 WIB
SALAT ISTISQA: Pemkab PPU bersama TNI serta Polri Salat Istisqa dengan harapan turu n hujan dan melandainya karhutla di PPU.
SALAT ISTISQA: Pemkab PPU bersama TNI serta Polri Salat Istisqa dengan harapan turu n hujan dan melandainya karhutla di PPU.

PENAJAM- Selain memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) juga melakukan pendekatan secara spiritual.
Bupati PPU, Mudyat Noor, meminta masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Imbauan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Tiga Pilar Siaga Bencana Karhutla Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan salat Istisqa di halaman Mapolres PPU, Selasa (1/9/2026).

“Dampak karhutla sangat luas. Selain merusak ekosistem, asap yang dihasilkan berpotensi merusak kesehatan warga dan mengganggu aktivitas ekonomi daerah. Oleh karena itu, langkah deteksi dini menjadi prioritas utama penanganan di lapangan,” kata Mudyat Noor.

Untuk mengantisipasi munculnya titik api, sinergi Tiga Pilar yang melibatkan Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri  akan diperkuat hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. 

“Kami meminta agar jajaran di lapangan dapat bergerak cepat setiap kali mendapati laporan atau indikasi munculnya potensi kebakaran,” ucapnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa personel keamanan dan peralatan tidak akan cukup tanpa partisipasi aktif warga. Kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan menjadi kunci utama agar wilayah PPU terhindar dari bencana asap.

Selain kesiapan teknis, jajaran Pemkab PPU bersama aparat dan warga menggelar salat Istisqa secara berjamaah. Agenda ini digelar sebagai bentuk ikhtiar memohon agar hujan segera turun di wilayah PPU dan mengakhiri masa kekeringan.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten PPU, Abu Hasan Mubarak, mengimbau jamaah menjadikan situasi musim kemarau ini sebagai sarana introspeksi diri. Dalam tausiahnya, ia mengingatkan agar doa dan istighfar yang dipanjatkan juga diimbangi dengan tindakan nyata, seperti menghemat penggunaan air bersih serta menjaga kelestarian alam sekitar. (*)

Editor : Ismet Rifani
Salat Istisqa pemkab ppu Mudyat Noor karhutla