PENAJAM – Pemerintah Kelurahan Nenang, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tengah mematangkan lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dua alternatif lokasi disiapkan untuk menentukan titik yang paling strategis bagi pelaksanaan program.
Lurah Nenang Irfat Budi Santoso mengatakan, opsi pertama berada di Nenang Dalam RT 006 dengan memanfaatkan lahan hibah milik warga, H. Arif.
Sementara opsi kedua berada di kawasan Muara Sungai Nenang RT 008, tepat di belakang Rumah Adat Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB). Kawasan pantai tersebut saat ini dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Baru Nusantara.
Pemerintah daerah PPU mengarahkan prioritas pembangunan ke lokasi kedua. Menurut Irfat, titik tersebut dinilai lebih potensial dari sisi akses maupun dampak ekonomi setelah program berjalan.
Baca Juga: APBN Rp16 Miliar Bangun Dua Kampung Nelayan Merah Putih di PPU
“Dari segi aksesibilitas material saat pembangunan dan proyeksi dampak ekonomi pascaproyek, lokasi di Muara Sungai Nenang RT 008 paling potensial,” jelas Irfat, dikonfirmasi Jumat (4/9/2026).
Seluruh unsur kelembagaan di Kelurahan Nenang juga disebut telah menyatakan kesiapan untuk mengawal pelaksanaan program tersebut.
Di sisi lain, pembangunan KNMP di Nenang dan Desa Tanjung Tengah tidak dipandang sebagai tahap akhir. Plt Kepala Bapelitbang PPU Ade Embongbulan mengatakan pemerintah daerah membuka peluang perluasan program ke kawasan pesisir lain hingga 2029.
Sejumlah wilayah bahkan telah dipetakan sebagai calon lokasi berikutnya. Kecamatan Babulu disiapkan dengan dua titik target, sedangkan kawasan Jenebora memiliki satu titik target.
Menurut Ade, kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting untuk mengusulkan lokasi baru. Karena itu, kelompok masyarakat yang bersedia menghibahkan lahan didorong segera berkoordinasi dengan Dinas Perikanan PPU.
“Dinas Perikanan akan memverifikasi, menilai, dan menyusun usulannya langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tutup Ade.
Editor : Muhammad Ridhuan