Kasus Diare PPU Naik Saat Kemarau, Dinkes Pastikan Stok Obat Aman

Ahmad Maki • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 08:59 WIB
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes PPU, Sri Wiyani,
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes PPU, Sri Wiyani,

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Kasus diare di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami peningkatan selama musim kemarau. Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mencatat jumlah penderita terus meningkat sejak Mei hingga Juli 2026.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes PPU Sri Wiyani mengatakan, akumulasi kasus diare sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 2.084 kasus. Penyakit tersebut menyerang berbagai kelompok usia, mulai balita hingga orang dewasa.

“Untuk diare sendiri memang ada peningkatan kasus dari bulan Mei. Pada bulan Mei tercatat 253 penderita, kemudian meningkat di Juni menjadi 315 penderita, dan Juli mencapai 361 penderita,” kata Sri Wiyani saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Status Darurat Kekeringan Samarinda Dikaji, 368.600 Liter Air Sudah Disalurkan

Ia menjelaskan, kasus diare umumnya dipicu konsumsi makanan yang kurang bersih, gangguan pencernaan, hingga keracunan makanan. Selain itu, infeksi virus seperti rotavirus dan bakteri Salmonella juga menjadi faktor pemicu.

Meski terjadi peningkatan kasus, Dinkes PPU memastikan tidak ada laporan kematian akibat diare sepanjang 2026. Mayoritas pasien mengalami diare tanpa dehidrasi.

“Kondisi terparah yang kita tangani ada satu kasus dehidrasi berat, dan itu dialami oleh pasien berusia di atas lima tahun. Untuk kelompok balita tidak ada yang mengalami dehidrasi berat,” jelasnya.

Sri Wiyani menjelaskan, dehidrasi berat merupakan kondisi kritis yang dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani. Salah satu indikator klinis untuk mengetahuinya ialah melalui pemeriksaan turgor atau tingkat elastisitas kulit.

Jika kulit lambat kembali setelah dicubit, pasien dapat dikategorikan mengalami dehidrasi berat.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus lebih lanjut, Dinkes PPU memastikan ketersediaan logistik medis di seluruh fasilitas kesehatan dalam kondisi aman.

Baca Juga: Intrusi Air Laut ke Sungai Mahakam, 9 IPA Perumda Tirta Kencana Samarinda Kurangi Jam Operasional

“Penanganan utama seperti pemberian oralit untuk mencegah dehidrasi berat serta obat zinc untuk memulihkan kesehatan usus,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinkes PPU, jumlah kasus diare pada Januari 2026 mencapai 345 kasus. Angka tersebut turun menjadi 254 kasus pada Februari dan kembali turun menjadi 214 kasus pada Maret.

Pada April, kasus meningkat menjadi 342. Selanjutnya, tercatat 253 kasus pada Mei, 315 kasus pada Juni, dan mencapai 361 kasus pada Juli.

Dengan demikian, total kasus diare sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 2.084 kasus. (*)

Data Kasus Diare Kabupaten PPU Januari–Juli 2026
Januari (345)
Februari (254)
Maret (214)
April (342)
Mei (253)
Juni (315)
Juli (361)
Total (2.084)

Editor : Ery Supriyadi
diare PPU Sri Wiyani kesehatan PPU kasus diare Dinkes PPU