Amankan Pendanaan Pusat Dua Tahun Berturut-turut, Pentas Seni PPU Makin Unjuk Gigi

Ari Arief • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB
SENI-BUDAYA: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU, Safwana (dua kanan) bersama pendukung kegiatan seni-budaya.(IST)
SENI-BUDAYA: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU, Safwana (dua kanan) bersama pendukung kegiatan seni-budaya.(IST)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Panggung Alun-Alun Penyembolum, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) mendadak bergemuruh pada akhir pekan tadi. Sebanyak 200 seniman lokal PPU unjuk gigi menyajikan 25 karya koreografi secara marathon dalam helatan Pagelaran Sang Askarya 2026.

Pantauan di lapangan, ribuan warga memadati area alun-alun sejak sore hari. Tak hanya menyedot perhatian antusiasme penonton, event budaya tahunan yang memasuki edisi kedua ini juga menggerakkan roda ekonomi warga lokal melalui berderetnya lapak usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memadati sekitar area pertunjukkan.

Baca Juga: Resmi Mengantongi SK 100 Persen, 180 PNS PPU Diminta Pangkas Celah Inefisiensi

Daya tarik utama edisi tahun ini terletak pada konsistensi pendanaan penuh yang berhasil diserap langsung dari pusat. Founder Sang Askarya, Ary Febrian Amsis, mengungkapkan bahwa pagelaran ini kembali mengamankan dukungan anggaran dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia selama dua tahun berturut-turut (2025–2026).

“Ini bukti anak daerah PPU mampu menghasilkan karya yang sejajar dengan daerah lain di luar Kalimantan. Di balik pertunjukan malam ini, ada kerja keras puluhan penari dan kru Sanggar Seni Borneo Benuo Taka,” kata Ary di sela-sela perhelatan.

Baca Juga: Selamat Jalan Pak Mustaqim, Sosok Birokrat Senior yang Mewarnai Sejarah PPU

Penguatan seni pertunjukkan ini dinilai menjadi langkah krusial di tengah pesatnya pembangunan daerah. Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan PPU, Margono Hadi Susanto, menyebut ketahanan budaya lokal merupakan benteng utama warga Benuo Taka dalam menghadapi arus modernisasi.

“Di tengah posisi PPU yang kian strategis sebagai Gerbang Nusantara, penguatan akar budaya daerah menjadi modal penting. Kegiatan ini tak sekadar merawat identitas, tapi juga terbukti nyata menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Margono.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
seni alun-alun ppu