Kepungan Asap Kiriman Meluas hingga PPU, Diskes Turunkan Tim Ukur Kualitas Udara

Ari Arief • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB
Ilustrasi kabut asap akibat karhutla yang mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.(generate ai)
Ilustrasi kabut asap akibat karhutla yang mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah tetangga, seperti Kalimantan Selatan (Kalsel),  dan Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai berdampak serius ke Kalimantan Timur. embusan angin membawa kabut asap tebal hingga menyelimuti wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (17/9).

Berdasarkan pantauan di lapangan dan ramainya unggahan media sosial warga, paparan kabut asap memutihkan pandangan hampir di seluruh penjuru daerah, mulai dari Kecamatan Penajam hingga Babulu. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkait kesehatan anak-anak dan pelajar sekolah.

Kabut asap tebal tersebut berpotensi memicu lonjakan penyakit saluran pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sesak napas, hingga iritasi mata pada kelompok rentan dan anak sekolah.

Menanggapi keluhan warga dan ancaman paparan asap yang kian pekat, Dinas Kesehatan (Diskes) PPU langsung bergerak cepat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes PPU, dr. Lukasiwan Eddy Saputro, MM, menegaskan bahwa pihaknya segera menerjunkan tim khusus ke lapangan untuk memantau situasi secara terukur.

"Kami dari Diskes PPU hari ini terjun ke lapangan untuk mengukur kualitas udara, baik indoor (dalam ruangan) maupun outdoor (luar ruangan). Hasil pengukuran ini nantinya akan kami laporkan kepada Pusdalops Karhutla PPU sebagai bahan rekomendasi untuk mengambil langkah operasional selanjutnya,"  kata dr. Lukasiwan Eddy Saputro.

Selain mengukur kualitas udara, Diskes PPU menerbitkan panduan kesehatan dan imbauan resmi bertajuk "Kabut Asap? Tetap Sehat, Tetap Waspada!" guna melindungi warga dari dampak buruk paparan asap karhutla.

Poin-poin imbauan resmi Diskes PPU untuk masyarakat:

  1. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah: Jika kualitas udara memburuk, utamakan melakukan aktivitas di dalam ruangan.

  2. Gunakan Masker: Wajib menggunakan masker yang sesuai (seperti masker medis/N95) saat harus beraktivitas di luar rumah.

  3. Perbanyak Minum Air Putih: Menjaga kelembapan tenggorokan dan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

  4. Tutup Pintu & Jendela: Kurangi masuknya asap ke dalam rumah atau gunakan penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan.

  5. Jaga Kelompok Rentan: Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan/jantung perlu mendapat perhatian dan perlindungan ekstra.

  6. Segera Periksa ke Faskes Terdekat: Jika mengalami gejala sesak napas, batuk terus-menerus, nyeri dada, atau keluhan kesehatan lainnya, segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk disiplin menggunakan masker sekiranya harus melakukan aktivitas di luar rumah. Lindungi diri dan lindungi keluarga dari dampak kabut asap," imbau dr. Lukasiwan.

Hasil pengukuran kualitas udara oleh Diskes PPU nantinya akan menentukan apakah akan ada rekomendasi penyesuaian jam belajar atau kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah di PPU. (*)

Editor : Thomas Priyandoko
kabut asap asap karhutla ppu diskes