PENAJAM— Polres Penajam Paser Utara (PPU) melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar Lomba Polisi Cilik (Pocil) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-kabupaten. Kegiatan yang dihelat di Graha Pemuda Penajam, ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Lalu Lintas ke-71 Tahun 2026.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mendekatkan institusi kepolisian dengan anak-anak sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.
"Tujuan kami adalah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak-anak melalui penanaman disiplin, kerja sama, kekompakan, dan tentunya yang terakhir adalah untuk mendekatkan diri polisi dengan anak-anak," ujar AKBP Andreas, temui usai upacara Lauching Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Kamis (17/9/2026).
AKBP Andreas tak menampik selama ini masih banyak anak-anak yang merasa takut dengan sosok polisi. Melalui ajang seperti Lomba Polisi Cilik, stigma tersebut diubah agar anak-anak melihat polisi sebagai sahabat, sekaligus mengukir prestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional ke depannya. Menurutnya, Tahun ini, antusiasme peserta terpantau meningkat dibanding tahun sebelumnya, dengan partisipasi sebanyak 17 sekolah tingkat SD.
Baca Juga: Optimalisasi Data Mikro dan Strategi PPU Hadapi Tantangan Operasional Website Kampung KB
“Selain lomba baris-berbaris dan kreativitas formasi, momen ini juga dirangkai dengan peresmian Patroli Keamanan Sekolah (PKS),” tegasnya.
Kehadiran PKS tingkat SD ini mendapat sambutan hangat serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU. Nantinya, anak-anak yang tergabung dalam PKS akan menjadi kepanjangan tangan Polisi Lalu Lintas untuk membantu pengaturan lalu lintas di lingkungan sekolah masing-masing.
“Tentunta dengan pendampingan langsung dari Satlantas Polres PPU,” terangnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik menambahkan bahwa setiap sekolah rata-rata mengirimkan sekitar 25 siswa yang direkrut berdasarkan minat melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Rencananya, setiap sekolah akan menyiapkan satu peleton PKS yang bertugas secara bergantian,” tambahnya.
Terpisah, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim, Kompol Ropiyani, menjelaskan bahwa pembentukan Polisi Cilik dan PKS merupakan program berjenjang dari Korlantas Polri hingga ke tingkat polres jajaran. Program ini fokus pada edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
"Kalau mereka sudah disiplin sejak dini, otomatis di dalam perjalanan aktivitasnya dia tidak akan melakukan pelanggaran-pelanggaran," jelas Kompol Ropiyani.
Ia menambahkan, meski edukasi lalu lintas diberikan sejak tingkat TK, khusus untuk program Polisi Cilik menyasar anak-anak kelas 3 hingga kelas 6 SD. Target utamanya adalah mencetak generasi pelopor keselamatan berlalu lintas yang mampu menerapkan disiplin tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Anggota Dewan Juri yang juga perwakilan dari Kodim 0913/PPU, Sersan Kepala (Serka) Rahman, menjelaskan bahwa proses penilaian mencakup beberapa kategori utama, mulai dari gerakan di tempat, gerakan berjalan, hingga teknik berputar arah seperti hadap kanan-kiri dan balik arah.
"Yang jelas ada gerakan di tempat, berjalan, balik arah, putar arah ke kanan dan ke kiri," ujar Serka Rahman.
Ia menambahkan, faktor penentu kemenangan tidak hanya berpusat pada satu aspek saja, melainkan gabungan dari berbagai unsur kedisiplinan. Aspek-aspek tersebut meliputi kekompakan tim, tingkat kedisiplinan, ketertiban, hingga kelengkapan atribut atau perlengkapan masing-masing peserta.
Terkait potensi sanksi, dewan juri menegaskan bahwa peserta yang melanggar ketentuan atau aturan perlombaan dapat dikenakan sanksi diskualifikasi.
“Namun, secara keseluruhan, tim penilai mengapresiasi kesiapan para peserta yang tampil maksimal dalam ajang pembentukan karakter dan kedisiplinan anak sejak usia dini ini,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan