Air Berubah Payau, Distan PPU dan BWS IV Samarinda Bantu Irigasi Lahan Semangka

Ahmad Maki • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB
Petani menyiapkan wadah penampungan air yang didistribusikan Distan PPU dan BWS IV Samarinda untuk membantu irigasi tanaman semangka.
Petani menyiapkan wadah penampungan air yang didistribusikan Distan PPU dan BWS IV Samarinda untuk membantu irigasi tanaman semangka.

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Mengantisipasi dampak kekeringan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Dinas Pertanian (Distan) PPU bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Samarinda menyalurkan bantuan air bersih untuk irigasi dan penyiraman tanaman semangka.

Upaya tersebut dilakukan setelah air baku di saluran sekunder wilayah Babulu Darat mengering. Sementara itu, ketersediaan air yang tersisa di wilayah tersebut telah berubah menjadi payau sehingga tidak layak digunakan untuk menyiram tanaman.

“Ketersediaan air bersih ini difokuskan untuk lahan seluas 35 hektare yang dikelola Kelompok Tani Setia Abadi dan Kelompok Tani Makmur Raya, dengan usia tanaman semangka berkisar antara 21 hingga 45 hari setelah tanam,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Pusat Masih Tunggak Rp290 Miliar, Balikpapan Perketat Anggaran dan Setop Proyek Tanpa Kontrak

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan aksi nyata setelah Kabupaten PPU ditetapkan sebagai wilayah darurat bencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi hortikultura.

“Potensi produksi semangka di kelompok tersebut sekitar 30 ton per hektare dalam kondisi normal. Namun, hasil investigasi menunjukkan adanya gejala cekaman air yang besar kemungkinan akan menurunkan produksi,” ujar Gunawan.

Gunawan juga mengapresiasi kesiapan para petani yang rata-rata telah memiliki sarana pendukung berupa wadah penampungan air serta selang atau paralon. Kondisi tersebut dinilai memudahkan proses pendistribusian air menggunakan mobil tangki.

“Secara teknis, kebutuhan air bersih untuk penyiraman di wilayah tersebut rata-rata mencapai sembilan tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter per hari,” jelasnya.

Selain komoditas semangka, Distan PPU juga tengah memproses investigasi lanjutan terhadap laporan dari komoditas hortikultura lainnya di sejumlah wilayah kecamatan.

Baca Juga: HUT TNI ke-81, Kodim 0913/PPU Siapkan Bakti Sosial hingga Lomba Domino

Langkah tersebut bertujuan memetakan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, pipa, dan selang air, guna memaksimalkan penanganan darurat kekeringan.

“Dengan upaya ini, kami berharap dapat meminimalkan kerugian petani, menjaga kestabilan tingkat pendapatan, hingga mempertahankan stabilitas produksi hortikultura,” tutupnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Kekeringan PPU BWS IV Samarinda petani semangka Babulu Darat Teks foto: Distan PPU