KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026, Panitia Hari Pahlawan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar kunjungan napak tilas sejarah ke Tugu Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama Kaltim di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, PPU, Rabu (23/9).
Langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali ingatan sejarah perjuangan di Benuo Taka, sekaligus diusulkan menjadi titik utama upacara peringatan daerah ke depan.
Baca Juga: Orang Dekat Terjaring OTT KPK Rp 106 Miliar, Kursi Nusron Wahid Goyang
"Di sinilah, di Nenang inilah, untuk kali pertama di seluruh Kalimantan Timur Bendera Merah Putih berkibar dengan gagah berani. Para pejuang mempertaruhkan nyawa saat itu. Ini kebanggaan PPU yang tidak dimiliki daerah lain," kata Ketua Panitia Hari Pahlawan sekaligus Ketua DPC LAKI PPU, Andi Nurhakim.
Andi Nurhakim yang dalam kunjungan didampingi Sekretaris Panitia, Nurdin, menilai kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial. Sebab, masih banyak generasi muda PPU yang belum mengetahui lokasi sejarah tumpah darah perjuangan pertama di Kaltim tersebut. Menurutnya, posisi PPU kini tak hanya strategis sebagai Gerbang Nusantara penyangga IKN, tetapi juga penyimpan sejarah penting Merah Putih.
Baca Juga: Pemeriksaan DNA Tuntas, Jasad di Pulau Enggano Bengkulu Identik dengan Kru Kapal Rombongan Jurnalis
Dukungan penuh mengalir dari pemerintah daerah. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PPU, Andi Singkeru, menyatakan komitmennya untuk mengusulkan situs bersejarah tersebut sebagai lokasi prioritas kegiatan peringatan kebangsaan.
"Nilai-nilai kepahlawanan seperti ini harus terus ditanamkan. Ke depan, Tugu Nenang akan kami usulkan menjadi salah satu titik utama upacara Hari Pahlawan dan Hari Kemerdekaan di PPU," kata Andi Singkeru.
Baca Juga: Cegat Serangan Drone ke Mekkah, Raja Salman Murka! Houthi Disebut Milisi Teroris
Lurah Nenang, Irfat Budi Santoso bersama Babinsa Kelurahan Nenang, Serma Endratno juga menyambut positif kegiatan ini. Pihaknya berharap situs Tugu Merah Putih Nenang dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi kebangsaan bagi warga maupun pendatang.
Adapun agenda napak tilas yang diikuti perwakilan Kesbangpol PPU, pemerintah kelurahan, serta unsur TNI tersebut ditutup dengan aksi tabur bunga dan doa bersama di tugu perjuangan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko