PPU Masih Kekurangan 132 Guru, Sekolah Terapkan Kebijakan Satu Guru Mengajar Dua Kelas 

Ahmad Maki • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 17:36 WIB
Durajat
Durajat 

PENAJAM— Mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) demi efektivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tengah memutar otak untuk kekurangan tenaga pengajar atau guru untuk jenjang TK, PAUD, SD, hingga SMP negeri di empat kecamatan di wilayah PPU. 

“Berdasarkan data awal, total kekurangan guru mencapai 132 orang guru untuk jenjang TK, SD, dan SMP negeri. Sekolah itu akan efektif kalau tiga komponen terpenuhi. Yakni ada siswanya, ada gurunya, dan ada gedungnya,” kata Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, belum lama ini.

Ia merincikan, kekurangan di jenjang TK Negeri Penajam yang merupakan sekolah baru. Sebagai sekolah baru, lembaga tersebut praktis belum memiliki tenaga pendidik, sehingga membutuhkan tiga guru, seorang penjaga sekolah, dan tenaga administrasi. Sementara itu, kondisi paling penting dirasakan di jenjang SD. 

“Di mana banyak sekolah mengalami kekurangan guru kelas akibat pensiun dan meninggal dunia. Akibatnya, sejumlah sekolah terpaksa menerapkan kebijakan satu guru mengajar untuk dua kelas,” ujarnya.

Selain guru kelas, kekurangan juga merambah pada guru bidang seperti guru agama dan olahraga. Begitu pula di jenjang SMP, kekurangan guru juga bertambah seiring banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa purna tugas. Menyiasati kekurangan tersebut, langkah pertama yang ditempuh Disdikpora adalah melakukan pemetaan dan pendistribusian ulang. 

“Guru-guru dari sekolah yang mengalami kelebihan tenaga (surplus) dimutasi untuk mengisi kekosongan di sekolah lain,” jelasnya. Lebih dari 20 guru telah dimutasi dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan efisiensi dengan mempertimbangkan jarak tempat tinggal guru yang bersangkutan.

"Jangan kita mutasikan tambah jauh dari rumahnya, kasihan. Jadi kami mutasikan ke sekolah lain yang lebih dekat dari rumah. Selain mengefisiensikan biaya dan waktu perjalanan, kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan guru mengingat jam masuk sekolah rata-rata dimulai pukul 07.30 Wita,” ucapnya.

Diketahui, meski langkah redistribusi telah ditempuh, kalkulasi terakhir menunjukkan PPU masih membutuhkan sekitar 90 hingga 97 guru tambahan. Angka ini diprediksi akan terus bertambah menyusul estimasi guru yang akan memasuki masa pensiun hingga bulan Desember mendatang, yang diperkirakan mencapai 110 orang.

Menyikapi kondisi agar tidak berlarut-larut, Disdikpora tidak tinggal diam. Bertepatan dengan momentum pembahasan anggaran perubahan (APBD-P), pihaknya telah menggelar rapat lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekkab) PPU.

Bersama Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), hingga Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM).  (*)

Editor : Ismet Rifani
PPU kurang guru Durajat DISDIKPORA PPU