KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Wajah Kota Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mendadak bersolek anggun. Deretan bunga tabebuya (Handroanthus chrysotrichus) yang tumbuh subur di sepanjang jalan jalur dua Jl. Propinsi, Km 9, Kelurahan Nipahnipah, Kecamatan Penajam, tengah bermekaran hebat.
Guguran kelopak bunga berwarna merah muda, putih, kuning, hingga ungu di sepanjang trotoar depan Alun-alun Pemkab PPU itu sukses menyulap koridor jalan trans Kaltim-Kalsel tersebut berelok ala musim semi di Jepang.
Baca Juga: 100 Juta Saham BBCA Berpindah, Nilai Transaksi Capai Rp621 Miliar di Tengah Isu Haji Isam
Pemandangan langka yang hadir dalam beberapa hari terakhir ini tak pelak mencuri perhatian warga setempat hingga pengguna jalan yang melintas. Tidak sedikit pengendara mobil maupun sepeda motor yang rela menepi sejenak demi mengabadikan momen berlatar kelopak bunga yang berguguran diterpa angin.
"Saya sengaja datang ke sini untuk melihat langsung bunga tabebuya. Suasananya benar-benar seperti di Jepang, sangat indah," kata Elly Winarnaningsih, salah seorang pengunjung yang ditemui Kaltim Post di lokasi, Selasa (29/9).
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Singapura, Kualitas Udara di Seluruh Wilayah Tembus Level Tidak Sehat
Keelokan bunga berbentuk terompet dengan ukuran 3–11 sentimeter ini tak cuma memanjakan mata di dunia nyata, tetapi juga viral di media sosial. Berbagai postingan foto berswafoto (selfie) hingga video konten bunga tabebuya PPU meramaikan linimasa Instagram, Facebook, hingga saluran YouTube.
Bahkan, daya tariknya mampu memikat pelintas dari luar daerah. "Suasananya bagus banget," cetus seorang pengendara mobil berpelat luar Kaltim yang sengaja turun bersama keluarganya untuk berswafoto sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: Menjaga Denyut Pariwisata Balikpapan dari Ancaman Kabut Asap
Usut punya usut, pesona bunga asal Brasil yang kini mempercantik Kota Penajam ini merupakan buah manis dari program penghijauan Pemkab PPU beberapa tahun silam.
Berdasarkan catatan Kaltim Post, bibit pohon tabebuya tersebut mulai ditanam pada 2019 lalu melalui proyek pengadaan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Perkim) PPU. Saat itu, sebanyak 540 tegakan bibit didatangkan langsung dari Malang, Jawa Timur, lantaran terinspirasi oleh keindahan penataan kota Surabaya.
Baca Juga: Gangguan Pembangkit, Aliran Listrik di Balikpapan Padam 4 Jam Hari Ini
Pohon-pohon tersebut ditanam dengan jarak ideal 6 meter, tersebar mulai dari trotoar rest area Km 9, hingga membentang sepanjang 3 kilometer dari Gerbang Madani menuju bundaran Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, PPU.
Meski sempat diselimuti keraguan apakah tanaman tropis tersebut bisa berbunga optimal di tanah PPU, rasa penasaran itu akhirnya terjawab manis. Setelah empat tahun perawatan, tabebuya kali pertama bermekaran pada Oktober 2023. Fenomena indah yang kini kembali berulang ini makin mempertegas potensi estetika ruang terbuka hijau di wilayah Penajam.(*)
Editor : Thomas Priyandoko