KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Kelurahan Nenang di Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), terus mengoptimalkan alokasi program Tangguh RT untuk membenahi sarana warga. Selain penerangan lingkungan, anggaran difokuskan pada perbaikan pos ronda, fasilitas posyandu, hingga penanganan drainase rawan banjir.
Lurah Nenang Irfat Budi Santoso mengungkapkan, tahun ini pihaknya mengucurkan anggaran sebesar Rp 30 juta untuk pemeliharaan pos ronda di RT 16 kawasan Perumahan Linda Regency. Perbaikan sarana keamanan serupa juga telah dipetakan untuk titik lingkungan lainnya.
"Untuk tahun depan pun sudah disiapkan rencana pembangunan posyandu untuk di RT 5," ungkap Irfat saat dikonfirmasi Kaltim Post, Selasa (29/9).
Baca Juga: DPRD PPU Soroti Polemik Pengelolaan Pasar Petung, Dorong Evaluasi Menyeluruh dan Peningkatan PAD
Meski sejumlah rencana fisik telah disusun, Irfat mengakui upaya realisasi fasilitas umum seperti usulan posyandu Pusban Nenang masih terganjal ketersediaan lahan. Pasalnya, anggaran kelurahan tidak dialokasikan untuk pos belanja pembebasan tanah.
Kelurahan pun sangat bergantung pada kerelaan warga maupun tokoh masyarakat setempat yang bersedia menghibahkan tanah milik pribadi demi kepentingan bersama.
"Jadi kami prioritaskan wilayah yang betul-betul ada lahannya dan tidak bermasalah untuk pembangunan, baik itu pos ronda maupun posyandu," jelas Irfat.
Persoalan lain yang dihadapi Nenang adalah ancaman genangan air di kawasan langganan banjir. Daerah rawan tersebut tersebar di kawasan Labu Burok (RT 4) serta Jalan Majapahit yang menjadi muara pembuangan air dari berbagai penjuru saat intensitas hujan tinggi.
Baca Juga: PPU Masih Kekurangan 132 Guru, Sekolah Terapkan Kebijakan Satu Guru Mengajar Dua Kelas
Menyiasati keterbatasan anggaran normalisasi drainase, pihak kelurahan memilih skema swakelola berbasis partisipasi masyarakat sembari berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.
"Kalau untuk melihat sekarang dengan ketersediaan anggaran, pemeliharaan drainase akan dilakukan dalam bentuk gotong royong bersama masyarakat. Jadi fokus program pak bupati khususnya lebih ke gotong royong, partisipasi masyarakat, dan berbasis swakelola," tegas Irfat.
Seluruh rangkaian program Tangguh RT ini diposisikan langsung di bawah pengelolaan kelurahan sebagai ujung tombak pelaksana pemberdayaan warga. (*)
Editor : Duito Susanto