KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Menyelamatkan tipologi kelembagaan dari Tipe B turun ke Tipe C, Dinas Perikanan (Diskan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana memandirikan Balai Benih Ikan (BBI).
Supaya resmi bertransformasi menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) mandiri di bawah naungan Diskan PPU dan terlepas dari struktur Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan, Diskan PPU.
Sekretaris Dinas Perikanan PPU, H Rusli menyampaikan bahwa, perampingan ini sebelumnya mengemuka menyusul hasil evaluasi organisasi tata laksana (ortal) yang menyoroti reduksi kewenangan.
Pasalnya, pengelolaan sektor kelautan kini telah ditarik dan berpusat di tingkat provinsi. Ia tidak menampik bahwa pergeseran kewenangan tersebut berdampak pada poin penilaian kelembagaan.
Baca Juga: Ekspor Kaltim Tertekan Sektor Tambang, Turun 16,61 Persen pada Agustus
Namun, ia menekankan bahwa realitas di lapangan jauh lebih kompleks. Menurutnya, luasnya wilayah perairan membuat pemerintah provinsi tetap memerlukan dukungan dan sinergi dari kabupaten dalam hal pengawasan.
"Meskipun sebenarnya berat provinsi untuk melaksanakan itu karena laut kita kan luas, apalagi pengawasannya. Secara otomatis ujung-ujungnya mereka minta bantuan juga ke kita," kata Rusli, Jumat (2/10/2026).
Sebagai perisai pertahanan, Dinas Perikanan PPU melayangkan sanggahan resmi yang dibarengi dengan penguatan indikator penunjang kelembagaan.
Ia menyebutkan, transformasi kelembagaan BBI ini ditargetkan tuntas pada tahun 2027 mendatang. Melalui skema UPT, pengelolaan operasional dan anggaran dinilai akan jauh lebih efektif.
Baca Juga: Dilarutkan ke Air Panas, Barang Bukti Narkoba di Balikpapan Dimusnahkan Polisi
"Harapan kita kalau dia UPT, dia bisa mengelola sendiri dalam artian punya anggaran sendiri. Meskipun nanti anggarannya DPA melalui dinas, tetapi tidak melalui bidang lagi, langsung di bawah dinas, jadi pertanggungjawabannya langsung kepala dinas," jelasnya.
Selain itu, pemekaran UPT ini juga diproyeksikan sebagai motor penggerak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kehadiran unit yang lebih mandiri diharapkan mampu mengoptimalkan sektor pembudidaya maupun nelayan tangkap, baik di darat maupun laut. Disinggung peluang untuk melompat ke Tipe A, ia menegaskan, masih tertutup akibat hilangnya kewenangan dari sisi kelautan.
“Ke depan, berbagai inovasi siap diadopsi, mulai dari kemitraan strategis dengan pihak ketiga hingga penerapan alat tangkap modern guna mendongkrak produktivitas nelayan lokal di tengah tantangan keterbatasan fiskal daerah. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo