Pasca Terpisahnya Sektor IKM dari BPU, Bapelitbang Lakukan Pendekatan Hulu hingga Hilir

Ahmad Maki • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:48 WIB
Kepala Bidang Ekonomi, Infrastruktur, dan Sumber Daya Alam (SDA) Budi Heriyadi. AHMAD MAKI/KP
Kepala Bidang Ekonomi, Infrastruktur, dan Sumber Daya Alam (SDA) Budi Heriyadi. AHMAD MAKI/KP

KALTIMPOST.ID, PENAJAM— Menjawab tantangan pembangunan daerah, terutama pascapemisahan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari Badan Pendapatan Umum (BPU), Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Penajam Paser Utara (PPU) siap mengawal pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara terpadu.

Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang Ekonomi, Infrastruktur, dan Sumber Daya Alam (SDA), Budi Heriyadi dalam Forum Komunikasi Publik yang digelar oleh Bapelitbang PPU belum lama ini. “Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan hulu-hilir yang terstruktur,” kata Budi Heriyadi.

Ia menjelaskan, upaya awal akan difokuskan pada optimalisasi sektor hulu dengan menggandeng dinas-dinas terkait. Seperti pertanian dan perikanan guna mendongkrak produktivitas daerah.

Baca Juga: Upaya Mempertahankan Tipologi B, BBI Penajam Berencana Dimekarkan Menjadi UPT

Setelah sektor hulu menguat, arah kebijakan bergeser pada penguatan ekosistem bisnis melalui penarikan investasi serta pengembangan kawasan ekonomi terpadu. Selain itu, dukungan infrastruktur yang memadai akan menjadi katalisator penting dalam memperlancar pergerakan ekonomi daerah.

"Selanjutnya terkait dengan hilirisasi dan nilai tambah, bagaimana usaha kecil seperti IKM dan UMKM di PPU bisa berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," jelasnya.

Ia merincikan, ada empat aspek penting yang memerlukan masukan dan evaluasi bersama untuk merumuskan arah kebijakan. Seperti, konektivitas yang mengidentifikasi berbagai hambatan infrastruktur penghubung untuk memperlancar arus barang dan jasa.

Kemudian komoditas dan hilirisasi dengan mengoptimalkan potensi lokal agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi. Serta Investasi dan UMKM yang mempermudah iklim investasi sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah.

Baca Juga: Ekspor Kaltim Tertekan Sektor Tambang, Turun 16,61 Persen pada Agustus

“Selain itu, pangan, air, dan lingkungan. Memastikan keberlanjutan sumber daya alam seiring dengan pertumbuhan wilayah,” rincinya.

Sementara itu, Kepala Bapelitbang PPU, Ade Embongbulan menambahkan, bahwa esensi pelayanan bidang Ekonomi, Infrastruktur, dan Sumber Daya Alam (Ekofrasda) bermuara pada satu tujuan utama. Yakni mengawal pertumbuhan dan perkembangan ekofrasda.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua perangkat daerah bersentuhan langsung dengan pelayanan publik yang bersifat konvensional. Sebagian fungsi diarahkan pada pengelolaan data, analisis, serta tindak lanjut hasil kajian strategis yang bermuara ke Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Rendalev).

“Jadi biasanya akan ada usulan-usulan dari masyarakat atau kelompok yang berorientasi kepada pelayanan pertumbuhan di bidang ekonomi, perkembangan infrastruktur, dan sumber daya alam,” tutup Ade. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
pertumbuhan ekonomi PPU IKM Penajam Hilirisasi Komoditas Lokal penajam paser utara Bapelitbang PPU