KALTIMPOST.ID-Polemik transparansi pengelolaan Himpunan UMKM Taman Alun-alun (Huta) di Penajam Paser Utara (PPU) mendapat klarifikasi dari mantan ketuanya, Muhammad Pramanta Dwi Nopriandy.
Ia menegaskan, Huta Official berdiri dan menjalankan kegiatan secara mandiri setelah kepengurusan Huta sebelumnya vakum.
Pria yang akrab disapa Tata itu mengatakan, Huta Official tidak memiliki anggota seperti organisasi Huta. Menurutnya, selama ini tim tersebut menjalankan sejumlah kegiatan yang sebelumnya ditangani pengurus.
“Kalau yang namanya manajemen, wajar tidak kalau ada transparansi? Tidak. Karena dia (official) tidak terhubung di himpunannya, tetapi berdiri sendiri. Sifatnya menjalankan kegiatan pengurus Huta yang sudah vakum,” kata Tata, Rabu (7/10).
Baca Juga: Punya Buku Nikah tapi Status Kawin Tak Tercatat? Disdukcapil Balikpapan Jelaskan Penyebabnya
Terkait laporan keuangan, Tata bersama Bendahara Huta Official Nurhasanah berencana menyampaikannya saat Anniversary ke-2 Huta pada 24 Oktober mendatang.
Menurut dia, periode penyampaian laporan keuangan dapat berbeda bergantung pada pengelolaan masing-masing organisasi.
Huta Official sendiri mulai menjalankan pengelolaan pada Februari setelah bendahara sebelumnya mengundurkan diri.
Tata menegaskan klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang.
Ia menyebut Huta Official selama ini bekerja secara sukarela tanpa penggajian maupun honorarium.
Ia mencontohkan penanganan kebutuhan teknis ketika aliran listrik tidak tersedia dalam kegiatan di Taman Alun-alun pada Sabtu (3/10). Menurutnya, Huta Official yang selama ini menangani berbagai kebutuhan operasional tersebut.
Baca Juga: Warga Binaan Lapas Balikpapan Meninggal, Autopsi Dokter Temukan Luka Bekas Kekerasan di Kepala
Namun, sejak awal Oktober, Huta Official memutuskan tidak lagi menjalankan aktivitas. Tata mengakui mengelola organisasi dengan banyak orang, karakter, dan pemikiran berbeda bukan perkara mudah.
Ia juga menegaskan keputusan mundur dari jabatan ketua bukan berarti menyerah, melainkan untuk mencegah konflik berkepanjangan.
“Saya mengundurkan diri itu bukannya menyerah. Lebih baik saya mengundurkan diri daripada konflik itu tetap berlanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Huta sementara Makmur memastikan kegiatan UMKM di Taman Alun-alun tetap berlangsung hingga akhir tahun.
Anniversary ke-2 Huta pada 24 Oktober juga tetap digelar dengan konsep lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, momentum tersebut berpotensi menjadi perayaan ulang tahun terakhir Huta di kawasan itu.
“Mungkin Anniversary ke-2 Huta ini bisa menjadi anniversary yang terakhir,” kata Makmur.
Pasalnya, mulai tahun depan seluruh kegiatan direncanakan dialihkan ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Stadion Panglima Sentik PPU.
Perpindahan tersebut sekaligus akan membuka babak baru aktivitas para pelaku UMKM yang selama ini berkegiatan di Taman Alun-Alun. (rd)
Editor : Romdani.