KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tak ingin sekadar menjadi penonton di halaman depan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagai daerah mitra utama, denyut nadi pembangunan di Benuo Taka, sebutan PPU harus berpacu kencang.
Langkah itu pun langsung diambil oleh Bupati PPU, Mudyat Noor dengan terbang langsung ke Jakarta demi melobi pusat. Menyambangi Menteri PU Dody Hanggodo di Gedung Utama Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Potensi Cuan Kepiting Bakau PPU: Budidaya Sistem Apartemen Tetap Eksis di Tengah Musim Kemarau
Selain silahturahmi, Mudyat Noor juga membawa misi daftar proposal infrastruktur bagi hajat hidup rakyat PPU. Mulai dari peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan jembatan baru, pengembangan bendungan, hingga penyelesaian krisis air bersih.
Baca Juga: BMD Mangkrak Sejak 1985, ada yang Rusak Berat hingga Hilang
Bagi Mudyat, sederet proyek fisik ini bukan sekadar urusan beton dan aspal. Lebih dari itu, infrastruktur yang mumpuni adalah kunci utama untuk merajut konektivitas antarkawasan, mendongkrak produktivitas sektor pertanian, sekaligus membentengi ketahanan pangan daerah.
“Ini diperlukan untuk mendukung akses masyarakat, kegiatan pertanian, dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara,” tegas Mudyat Noor usai pertemuan.
Terlebih, posisi PPU saat ini amat strategis. Sebagai serambi depan IKN, mobilitas dan denyut perekonomian di wilayah ini dipastikan bakal melonjak tajam. Pemkab PPU sadar, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tentu memiliki batas.
Baca Juga: Jeritan Pekerja Antre BBM, Jam Kerja Menguap di Pinggir Jalan
Karena itu, intervensi dan suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi harga mati yang harus diperjuangkan.
“Alhamdulillah, Menteri PU Dody Hanggodo mendukung dan merespons sejumlah usulan yang kami ajukan, seperti perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, bendungan, dan pemenuhan air bersih,” kata Mudyat.
Meski demikian, pekerjaan rumah belum usai. Mudyat berharap sinergi ini tidak berhenti di atas meja audiensi. Ia mendesak agar jajaran teknis di Kementerian PU segera duduk bersama Pemkab PPU untuk merumuskan langkah selanjutnya.
Supaya usulan-usulan tersebut lekas masuk dalam radar perencanaan dan penganggaran nasional. “Saya berharap Kementerian PU agar segera membahas dan menindaklanjuti hasil audiensi ini,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki