PPU Bebas Karhutla dan Pangan Aman, Pemkab-BI Resmi Perkuat Sinergi

Ari Arief • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:40 WIB
Sekretaris Kabupaten PPU, H.Tohar.(Dok)
Sekretaris Kabupaten PPU, H.Tohar.(Dok)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Bank Indonesia (BI) Balikpapan. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengakselerasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), peningkatan kapasitas sektor pangan, pengendalian inflasi daerah, serta penguatan literasi masyarakat.

Upaya penguatan kolaborasi antarinstansi tersebut dibahas dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Lantai III Kantor Bupati Penajam Paser Utara, belum lama ini.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Cuaca PPU Didominasi Udara Kabur Sepekan Ke Depan, Cerah di Akhir Minggu

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, Tohar, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PPU.

Mewakili bupati PPU, Tohar menegaskan pentingnya membangun solid dan kemampuan adaptif antarlembaga dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, tata kelola pemerintahan merupakan satu kesatuan sistem yang kompleks dan saling bergantung.

Baca Juga: Jangan Cuma Patokan 8 Jam, Ini Alasan Kualitas Tidur Lebih Penting dari Durasi

“Di antara kita hanya bisa dibedakan fungsi dan perannya, tetapi tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, menjadi keniscayaan bagi kita untuk membangun kekuatan, soliditas, dan kemampuan adaptif,” kata Tohar.

Terkait antisipasi karhutla, Tohar mengimbau seluruh pihak untuk gencar mengampanyekan larangan pembakaran lahan, baik untuk kepentingan perkebunan maupun pembersihan pekarangan, terutama menjelang musim kemarau. Ia menyebut, banyak kasus Karhutla bermula dari kelalaian aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar yang akhirnya meluas dan sulit dikendalikan.

Baca Juga: Orang Tua Harus Tahu, Panduan Durasi Tidur Ideal Anak dari Bayi hingga Remaja

Selain persoalan karhutla, Pemkab PPU bersama BI menekankan pentingnya pengawasan dan penguatan cadangan pangan daerah sebagai instrumen utama menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan angka inflasi.

“Cadangan pangan daerah ini kalau bisa ditambah terus dari waktu ke waktu agar kita memiliki ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi situasi apa pun yang bersifat mendesak (urgent),” tegasnya.

Baca Juga: Depresi Kaltim Tertinggi Kedua, Akses Pertolongan Jadi Pekerjaan Rumah

Melalui penguatan koordinasi berkelanjutan ini, Pemkab PPU dan BI Balikpapan optimistis berbagai tantangan daerah—mulai dari karhutla, stabilitas harga bahan pokok, hingga ketahanan pangan—dapat diantisipasi secara efektif dan berkesinambungan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
bi pemkab ppu karhutla