KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) sukses menggelar Pelatihan Fardu Kifayah bagi pengurus masjid dan musala di wilayahnya. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad al Banjari, Penajam, baru-baru ini.
Sebanyak 30 peserta perwakilan pengurus masjid dan musala dari tiga wilayah—Kelurahan Penajam, Nenang, dan Gunung Seteleng—mengikuti rangkaian bimbingan teori hingga praktik langsung pemulasaraan jenazah sesuai dengan petunjuk syariat Islam. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan H. Abdul Karim.
Baca Juga: Butuh Bantuan Krisis Kesehatan Jiwa? Segera Hubungi Layanan Healing119.id
Ketua Panitia Pelaksana mengungkapkan, agenda ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan pembinaan keagamaan di tingkat kecamatan. Keberadaan kader pemulasaraan jenazah di tingkat RT hingga kelurahan dinilai sangat krusial, mengingat penanganan jenazah merupakan kewajiban bersama (fardu kifayah) yang membutuhkan ketelitian, keahlian khusus, dan pemahaman fiqih yang mendalam.
"Melalui pelatihan Fardu Kifayah ini, kami berharap lahir kader-kader pemulasaraan jenazah yang terampil, amanah, dan percaya diri di setiap pengurus masjid atau musala. Dengan demikian, pelayanan keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kecamatan Penajam dapat terus terjaga sesuai tuntunan syariat," ujarnya.
Baca Juga: PPU Bebas Karhutla dan Pangan Aman, Pemkab-BI Resmi Perkuat Sinergi
Fenomena keterbatasan jumlah petugas pemulasaraan jenazah—khususnya dari kalangan generasi muda—sering kali menjadi kendala di pemukiman warga saat ada warga yang meninggal dunia. Oleh karena itu, langkah regenerasi dan standarisasi tata cara pengurusan jenazah berbasis masjid menjadi solusi konkret yang ditawarkan MUI.
Secara terpisah, Ketua MUI Kabupaten PPU, KH. Abu Hasan Mubarok, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara struktur ulama dan para pengelola rumah ibadah di tingkat tapak.
Baca Juga: BMKG Prakirakan Cuaca PPU Didominasi Udara Kabur Sepekan Ke Depan, Cerah di Akhir Minggu
“Melalui sinergi antara pengurus MUI di tingkat kecamatan dan pengurus masjid ini, MUI Kabupaten PPU berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan keagamaan yang memberikan manfaat langsung bagi umat,” tegas KH. Abu Hasan Mubarok.
Melalui pelatihan ini, MUI Kecamatan Penajam memastikan setiap wilayah memiliki kesiapan independen dalam melayani kebutuhan pemulasaraan jenazah warga, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan publik keagamaan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko