KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan RT 03, Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Aksi pemadaman besar-besaran dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi setelah dua titik api dilaporkan membakar area semak belukar hingga kebun kelapa sawit sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Nurlaila, mengungkapkan bahwa kejadian karhutla ini kali pertama terdeteksi pada Senin (12/10/2026) sekira pukul 15.00 Wita. Disusul kemudian laporan lokasi kedua pada Selasa (13/10/2026) sekira pukul 16.30 Wita.
Baca Juga: Sinergi RSUD RAPB, Dinas Sosial, dan Polisi Bantu Korban Kecelakaan Bertemu Keluarga
"Lokasi yang terbakar merupakan lahan kombinasi tanah mineral dan gambut tipis, yang ditumbuhi semak belukar, pepohonan, serta tanaman kelapa sawit. Sebagian area merupakan lahan HPL Badan Bank Tanah eks PT TKA dan sebagian lagi milik warga setempat," ujar Nurlaila dalam laporan resminya dikutip Rabu (14/10/2026).
Guna memadamkan kobaran api, tim gabungan yang terdiri dari BPBD PPU, DPKP Pos Maridan, Pos Sotek, dan Pos Petung, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, Dinas PUPR, pemadam Nusantara Airport, hingga aparatur kelurahan dan warga dikerahkan ke lokasi kejadian. Puluhan armada pemadam, tangki air suplai, hingga mesin portable diterjunkan untuk mengisolasi pergerakan api.
Baca Juga: Dua WNI Terluka Akibat Serangan Rudal Houthi di Bandara Riyadh, KBRI Imbau Waspada
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung maraton hingga Rabu (14/10/2026) dini hari pukul 00.40 Wita. Pengukuran luas pasti area yang terbakar baru akan dilakukan setelah kegiatan pendinginan usai sepenuhnya.
"Hingga Rabu dini hari, pemadaman sementara dihentikan karena kondisi malam. Secara visual masih terlihat beberapa titik asap yang berpotensi memicu api kembali. Pemadaman dan pendinginan dilanjutkan pagi ini," jelas Nurlaila.
Baca Juga: Kembali ke Dunia Hiburan, Raline Shah Lepas Jabatan Stafsus Komdigi
Mengenai penyebab pasti pemicu kebakaran di dua lokasi tersebut, Nurlaila menegaskan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.(*)