Kabut Asap Bikin Mata Perih, Komite Sekolah Minta Disdikpora PPU Pertimbangkan Belajar dari Rumah

Ari Arief • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:33 WIB
Ilustrasi suasana berkabut di depan gerbang SD Negeri 028 Penajam, PPU.(generate ai)
Ilustrasi suasana berkabut di depan gerbang SD Negeri 028 Penajam, PPU.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Paparan kabut asap akibat memburuknya kualitas udara di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai dikeluhkan para orang tua siswa. Tokoh pendidikan setempat sekaligus Ketua Komite SD Negeri 028 Penajam, Edy Londa, mendesak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU untuk mengambil langkah antisipatif, termasuk mempertimbangkan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

Edy mengungkapkan, dampak kabut asap pekat sudah dirasakan langsung oleh anak-anak saat berangkat menuju sekolah menggunakan kendaraan roda dua.

Baca Juga: Karhutla Meluas di Riko PPU, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Titik Api

"Sudah dua hari saya mengantar anak ke sekolah naik sepeda motor, mata kami perih karena terpapar asap pekat. Berdasarkan informasi kualitas udara, kadar partikulat PM2,5 dan PM10 di Kecamatan Penajam tercatat cukup tinggi. Saya juga sudah telepon Kepala Puskesmas Petung, dan memang dikonfirmasi kualitas udara sudah tidak sehat," kata Edy Londa, Rabu (14/10/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Edy mendesak pihak sekolah dan Disdikpora PPU segera mengeluarkan panduan serta keputusan resmi untuk melindungi keselamatan dan kesehatan peserta didik.

Baca Juga: Sinergi RSUD RAPB, Dinas Sosial, dan Polisi Bantu Korban Kecelakaan Bertemu Keluarga

"Saya sudah bersurat lewat WhatsApp ke Kepala SD Negeri 028 Penajam agar segera berkoordinasi dengan Disdikpora PPU. Kita jangan sampai menunggu anak-anak jatuh sakit terlebih dahulu baru mengambil tindakan. Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama," tegas Edy.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora PPU, Muhtar, belum memberikan tanggapan resmi terkait udara yang semakin tidak sehat di wilayah PPU. Saat dikonfirmasi sekira pukul 10.38 Wita, Rabu (14/10/2026), Muhtar belum merespons pesan  yang dilayangkan.

Baca Juga: Yunarto Wijaya Minta Pendukung Gibran dan Hasyim Asy’ari Ikut Dorong Hak Angket DPR

Di sisi lain, Dinas Kesehatan PPU sebelumnya telah mengeluarkan maklumat resmi terkait memburuknya kualitas udara di empat kecamatan, yakni Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Berdasarkan laporan analisis pemantauan, rata-rata konsentrasi partikulat berada pada kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat, sehingga warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
perih udara ppu Disdikpora tidak sehat