KALTIMPOST.ID - Grup A Piala Dunia 2026 mempertemukan empat tim dengan karakter berbeda: Meksiko sebagai tuan rumah penuh tekanan, Korea Selatan dengan konsistensi Asia, Afrika Selatan yang membawa semangat kebangkitan, serta Republik Ceko yang mengandalkan disiplin Eropa Tengah. (*)
Meksiko: Tekanan Tuan Rumah
Bermain di kandang sendiri selalu menjadi pedang bermata dua bagi Meksiko. Di satu sisi, dukungan publik menjadi energi besar. Di sisi lain, ekspektasi tinggi terus membayangi perjalanan tim beralias El Tri menuju Piala Dunia 2026.
Sebagai tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada, Meksiko tidak menjalani babak kualifikasi. Federasi kemudian memilih jalur persiapan agresif melalui laga uji coba internasional menghadapi tim dari Amerika Selatan, Eropa, hingga Asia.
Pelatih Javier Aguirre berupaya membangun kembali identitas tim setelah performa yang tidak stabil dalam beberapa turnamen terakhir. Nama-nama senior seperti Guillermo Ochoa masih menjadi figur penting di ruang ganti, sementara regenerasi mulai diarahkan pada generasi baru yang dipimpin Santiago Gimenez.
“Piala Dunia di rumah sendiri harus menjadi titik balik sepak bola Meksiko,” ujar Aguirre.
Masalah klasik El Tri belum banyak berubah. Mereka kerap tampil solid di fase grup, tetapi kesulitan saat memasuki laga hidup-mati. Sejak 1986, Meksiko belum kembali menembus perempat final.
Baca Juga: Hantavirus Mulai Ditemukan di Pulau Kalimantan, Dinkes Kutim Imbau Masyarakat Waspada
Namun, atmosfer kandang bisa menjadi pembeda. Dukungan publik diprediksi menjadikan Meksiko salah satu tim dengan energi terbesar di turnamen ini.
Konfederasi: CONCACAF
Peringkat FIFA per Mei: 15
Keikutsertaan di Piala Dunia: 18 kali
Capaian terbaik: Perempat final (1970, 1986)
Pemain kunci: Santiago Gimenez
Prediksi: Kandidat kuat lolos fase gugur
Korea Selatan: Warisan Disiplin Asia
Korea Selatan kembali hadir dengan identitas yang konsisten: kerja keras, disiplin, dan mental pantang menyerah.
Mereka memastikan tiket ke Piala Dunia setelah tampil stabil di kualifikasi Asia. Son Heung-min tetap menjadi pusat permainan sekaligus simbol generasi emas Korea modern. Kehadiran pemain yang berkembang di Eropa membuat Taegeuk Warriors semakin matang secara taktik.
Pelatih Hong Myung-bo menilai pengalaman internasional para pemain Korea menjadi modal penting. Tradisi panjang sejak 1986 menjadikan Korea Selatan salah satu negara Asia paling konsisten di panggung dunia. Semifinal 2002 masih menjadi capaian terbaik mereka, tetapi target kini lebih realistis: kembali menembus fase gugur.
Selain Son, kreativitas Lee Kang-in dan energi lini tengah menjadi kekuatan utama. Mereka mampu bermain cepat dan agresif dalam transisi serangan.
Namun, duel fisik melawan tim Eropa dan Amerika Selatan masih menjadi tantangan.
Baca Juga: Soroti Penerangan Jalan MT Haryono, DPRD Bontang Minta Lampu Diganti
Meski begitu, Korea Selatan kerap menjadi tim yang sulit diremehkan di turnamen besar.
Konfederasi: AFC
Peringkat FIFA per Mei: 25
Keikutsertaan di Piala Dunia: 12 kali
Capaian terbaik: Semifinal (2002)
Pemain kunci: Son Heung-min
Prediksi: Berpeluang lolos ke 16 besar
Afrika Selatan: Kembali Membawa Mimpi Afrika
Afrika Selatan akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah absen cukup lama. Bafana Bafana datang dengan momentum positif dari kualifikasi Afrika.
Kedisiplinan menjadi kunci utama. Pelatih Hugo Broos berhasil membentuk tim yang solid secara organisasi dan sulit dikalahkan. Kesuksesan di Piala Afrika sebelumnya turut meningkatkan kepercayaan diri skuad.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Afrika Selatan pantas kembali berada di level ini,” ujar Broos kepada media lokal.
Meski tanpa banyak bintang, kekuatan utama Afrika Selatan ada pada kolektivitas dan intensitas tinggi khas tim Afrika.
Kembalinya mereka juga mengingatkan pada momen 2010 ketika Afrika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Konfederasi: CAF
Peringkat FIFA per Mei: 60
Keikutsertaan di Piala Dunia: 4 kali
Capaian terbaik: Fase grup
Pemain kunci: Percy Tau
Prediksi: Kandidat kuda hitam grup
Republik Ceko: Nostalgia Eropa Tengah
Republik Ceko kembali menghidupkan romantisme sepak bola Eropa Tengah setelah berhasil lolos dari kualifikasi UEFA yang ketat.
Generasi saat ini mungkin tidak seikonik era Pavel Nedvěd atau Tomáš Rosický, tetapi tetap memiliki karakter kuat: disiplin, fisik tangguh, dan efektif dalam situasi bola mati.
Pelatih Miroslav Koubek mampu menyeimbangkan pengalaman dan regenerasi. Patrik Schick tetap menjadi tumpuan utama di lini depan, sementara Tomáš Souček memimpin lini tengah.
Baca Juga: Kemenag Prediksi Iduladha 2026 Jatuh 27 Mei, Posisi Hilal Sudah Penuhi Syarat
Republik Ceko cenderung bermain pragmatis. Mereka tidak selalu mendominasi, tetapi efisien dalam memanfaatkan peluang.
Di atas kertas, mereka bukan favorit grup. Namun pengalaman Eropa di turnamen besar membuat mereka tetap berbahaya.
Konfederasi: UEFA
Peringkat FIFA per Mei: 41
Keikutsertaan di Piala Dunia: 10 kali
Capaian terbaik: Runner-up (1934, 1962—sebagai Cekoslowakia)
Pemain kunci: Patrik Schick
Prediksi: Berpeluang bersaing ke fase gugur
📅 Jadwal Pertandingan Grup A
Jumat, 12 Juni 2026
03.00 Wita: Meksiko vs Afrika Selatan
10.00 Wita: Korea Selatan vs Republik Ceko
Jumat, 19 Juni 2026
00.00 Wita: Republik Ceko vs Afrika Selatan
09.00 Wita: Meksiko vs Korea Selatan
Kamis, 25 Juni 2026
09.00 Wita: Republik Ceko vs Meksiko
09.00 Wita: Afrika Selatan vs Korea Selatan
Editor : Ery Supriyadi