Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tiga Kali Tepat Tebak Juara Piala Dunia, Kini Ekonom Jerman Ini Kembali Prediksi Juara Piala Dunia 2026 Mengejutkan

Dwi Puspitarini • Rabu, 27 Mei 2026 | 05:13 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

KALTIMPOST.ID - Joachim Klement kembali menjadi sorotan setelah memprediksi Belanda akan menjuarai Piala Dunia 2026. Ekonom asal Jerman itu sebelumnya sukses menebak tiga juara Piala Dunia secara beruntun sejak 2014, yakni Jerman, Prancis, dan Argentina. Prediksi terbarunya langsung menarik perhatian publik karena dianggap memiliki rekam jejak yang sangat akurat dalam membaca hasil turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Model Statistik Joachim Klement Kembali Prediksi Juara Dunia

Klement menggunakan model statistik yang dibuatnya sendiri untuk memprediksi jalannya Piala Dunia. Model tersebut tidak hanya menentukan calon juara, tetapi juga memetakan perjalanan seluruh tim selama turnamen berlangsung. Dalam simulasi terbaru, Belanda diprediksi keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.

Selain itu, model tersebut juga memperkirakan beberapa kejutan besar selama turnamen. Jepang disebut mampu menyingkirkan Brasil pada fase gugur, sementara Inggris diprediksi melaju hingga semifinal sebelum akhirnya kalah dari Portugal.

Meski banyak orang mulai percaya pada akurasi model buatannya, Klement mengaku proyek tersebut awalnya hanya dibuat sebagai eksperimen sederhana. Ia ingin menunjukkan bahwa prediksi dalam olahraga sebenarnya sangat sulit dilakukan secara pasti.

Klement mengatakan, “Ini awalnya hanya latihan untuk menunjukkan kesombongan para ekonom yang merasa bisa memprediksi sesuatu padahal sebenarnya mereka tidak benar-benar tahu.” Dikutip dari bola.com

Ia juga menambahkan, “Sekarang malah berubah menjadi contoh bagaimana jika Anda cukup sering beruntung, orang-orang akan mulai menganggap Anda guru.”

Baca Juga: Harga Tiket Piala Dunia 2026 untuk Keluarga Pemain Tembus Rp52 Juta, Federasi Mulai Kelimpungan

Prediksi pertamanya terbukti benar ketika Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014. Saat itu ia menganggap keberhasilannya hanya kebetulan. Namun, model yang sama kembali tepat saat Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan Argentina menjadi kampiun pada 2022.

Karena keberhasilannya tersebut, banyak orang mulai menunggu prediksi terbaru dari Klement menjelang Piala Dunia 2026.

Faktor Statistik dan Keberuntungan Dinilai Sama Penting

Menurut Klement, ada sejumlah faktor yang memang dapat dihitung untuk memprediksi peluang sebuah negara menjadi juara dunia. Beberapa di antaranya adalah jumlah populasi, kondisi ekonomi negara, iklim, hingga peringkat FIFA.

Namun, ia menegaskan bahwa data statistik tidak bisa sepenuhnya menentukan hasil pertandingan di lapangan. Menurutnya, keberuntungan tetap memiliki peran besar dalam sepak bola.

Klement mengatakan, “50 persen lainnya adalah keberuntungan.”

Ia menjelaskan bahwa pertandingan antara tim besar sering kali ditentukan oleh hal-hal kecil yang sulit diprediksi. Faktor seperti performa pemain pada hari pertandingan, keputusan wasit, hingga bola yang membentur tiang gawang bisa mengubah hasil akhir laga.

“Setiap pertandingan, terutama ketika tim-tim kuat dengan kualitas hampir setara saling bertemu, semuanya bergantung pada performa hari itu, keputusan wasit, atau sedikit keberuntungan seperti bola membentur tiang lalu keluar atau malah masuk,” ujar Klement.

“Hal-hal seperti itu sama sekali tidak bisa diprediksi,” lanjutnya.

Klement saat ini bekerja sebagai strategist di bank investasi Panmure Liberum di Inggris. Ia menyebut proyek prediksi Piala Dunia menjadi hiburan tersendiri di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

Menurutnya, sepak bola bisa menjadi pengalihan sejenak dari berbagai persoalan global yang sedang terjadi.

“Khususnya pada 2026 saat ada begitu banyak krisis, perang, dan berbagai hal buruk terjadi, ini menjadi sesuatu yang membuat saya merasa lebih baik dan semoga pembaca juga merasakan hal yang sama,” katanya.

Prediksi terbaru Klement bahkan membuat beberapa rekan kerjanya ikut memasang taruhan untuk Belanda. Ia mengaku kini sering mendapat pertanyaan serius mengenai kondisi pemain dan pengaruh cedera terhadap peluang tim dalam model statistiknya.

Salah satu yang sempat ditanyakan kepadanya adalah pengaruh cedera ACL gelandang Belanda, Xavi Simons, terhadap peluang tim tersebut di Piala Dunia 2026.

Meski begitu, Klement tetap mengingatkan bahwa model buatannya tidak sempurna dan hasil pertandingan sepak bola tetap sulit ditebak secara mutlak.

“Saya punya beberapa rekan kerja yang memasang taruhan untuk Belanda setelah saya menerbitkan prediksi itu,” kata Klement.

“Kalau Belanda tersingkir dari Piala Dunia, saya rasa besoknya saya harus bekerja dari rumah,” candanya.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Joachim Klement #Prediksi juara dunia #Ekonom Jerman #belanda #piala dunia 2026