Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Alami Paceklik Gol Terburuk Sepanjang Karier, Christian Pulisic Tetap Pede Tatap Piala Dunia

Ari Arief • Minggu, 31 Mei 2026 | 08:47 WIB

 

Kapten Tim Nasional Amerika Serikat (AS), Christian Pulisic.(AP)
Kapten Tim Nasional Amerika Serikat (AS), Christian Pulisic.(AP)

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Kapten sekaligus motor serangan Tim Nasional Amerika Serikat (AS), Christian Pulisic, tengah menghadapi ujian terberat dalam kariernya. Pemain AC Milan tersebut sedang mengalami paceklik gol terburuk sepanjang karier profesionalnya. Meski demikian, Pulisic tetap optimistis keran golnya akan kembali mengalir deras tepat saat Piala Dunia bergulir.

"Saya pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya," kata Pulisic pada Sabtu waktu setempat, sehari sebelum laga uji coba penutupan AS melawan Senegal. "Ada masa-masa sulit, lalu terkadang ada bola yang membentur lutut Anda dan masuk (ke gawang), dan setelah itu segalanya tampak mengalir begitu saja."

Catatan statistik menunjukkan performa Pulisic yang sempat meroket di awal musim bersama AC Milan dengan torehan 10 gol dari 15 laga pertama. Namun, petaka dimulai setelah 28 Desember, di mana ia gagal mencetak satu gol pun dalam 19 pertandingan beruntun. Di level internasional, penyerang berusia 27 tahun itu juga mandul dalam delapan laga terakhir bersama The Yanks sejak November 2024.

Baca Juga: Sonic Melaju ke Final KBL SMP Putra, Duel Bluefin vs Bluesky Ditunda

Kendati keraguan mulai bermunculan, pelatih AS, Mauricio Pochettino, pasang badan dan memberikan pembelaan serta garansi penuh untuk sang pemain bintang.

"Dia akan mencetak gol di Piala Dunia. Ya, saya sangat memercayai hal itu," tegas Pochettino. "Dia memiliki sikap dan komitmen yang sangat baik. Dia berusaha sangat keras untuk mencapai level terbaiknya, dan saya yakin dia pasti akan berhasil."

Sebagai pemain dengan caps internasional terbanyak (32 gol dari 84 penampilan) di skuad AS saat ini, Pulisic diharapkan mampu mengulang magisnya seperti saat mencetak gol tunggal kemenangan atas Iran di Piala Dunia 2022 lalu. Pulisic juga menjadi satu-satunya pemain yang tersisa dari tragedi kegagalan lolos kualifikasi AS pada tahun 2017 silam.

Baca Juga: Hasil Sprint Race MotoGP Italia 2026: Raul Fernandez Juara, Bezzecchi Masih Kokoh di Puncak

Mengenai situasi sulit di level klub—di mana AC Milan menyudahi musim Serie A dengan buruk hingga berujung pemecatan pelatih Massimiliano Allegri dan CEO Giorgio Furlani—Pulisic memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan.

"Saya tidak mencoba menyalahkan siapapun atau mencari tahu masalahnya. Memang ada momen di mana saya bisa tampil jauh lebih baik, dan itu adalah waktu yang sulit bagi tim maupun saya pribadi. Saya tidak mengubah cara saya berlatih dan bersiap. Saya kecewa, tapi sekarang saya harus menatap apa yang ada di depan," imbuhnya.

Laga melawan Senegal (peringkat 14 FIFA) dan Jerman pada 6 Juni (peringkat 10 FIFA) akan menjadi ujian pemungkas bagi AS (peringkat 16 FIFA) sebelum melakoni laga pembuka Piala Dunia melawan Paraguay pada 12 Juni mendatang. Laga ini juga krusial bagi AS untuk mengembalikan mentalitas tim setelah pada bulan Maret lalu mereka sempat dihajar Belgia 2-5 dan Portugal 0-2.

Baca Juga: Hasil Kualifikasi Moto3 Italia 2026: Veda Ega Start Posisi 13, Hanya Selisih 0,6 Detik dari Pole Position

"Dua lawan ini sangat kuat, jadi ini kesempatan besar bagi kami untuk menguji diri sebelum Piala Dunia. Jelas kami ingin hasil yang baik, tetapi yang terpenting adalah membangun rasa percaya diri," kata Pulisic.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#ac milan #piala dunia #christian pulisic