KALTIMPOST.ID, MEXICO CITY – Suasana menjelang Piala Dunia 2026 di Mexico City diwarnai aksi unjuk rasa. Selain para guru yang tergabung dalam Koordinator Nasional Pekerja Pendidikan (CNTE), puluhan pekerja seks komersial (PSK) juga turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan mereka, Rabu (3/6).
Dilansir Mundo Deportivo, para guru menuntut pemerintah memenuhi permintaan kenaikan gaji. Mereka bahkan mengancam akan memboikot perayaan Piala Dunia apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Ancaman itu mendapat perhatian serius karena Mexico City menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 di Meksiko. Kota tersebut juga dijadwalkan menggelar laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca pada 12 Juni.
“Kami sepenuhnya siap untuk mencari solusi atas tuntutan sah dari para guru,” ujar Menteri Pendidikan Meksiko Mario Delgado melalui media sosialnya setelah berdialog dengan perwakilan CNTE.
Sementara itu, kelompok pekerja seks menyuarakan ketidakpuasan terhadap besarnya anggaran pembangunan infrastruktur Piala Dunia. Mereka menilai pemerintah lebih fokus pada proyek turnamen dibanding meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan.
Para demonstran menyoroti persoalan kelayakan kerja, akses perumahan, hingga layanan kesehatan yang dinilai masih kurang mendapat perhatian pemerintah Meksiko. (*)
Editor : Ery Supriyadi