KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Piala Dunia 2026 bisa menjadi momen paling bersejarah bagi Timnas Portugal sekaligus panggung perpisahan yang sempurna bagi Cristiano Ronaldo. Meski datang dengan skuad bertabur bintang, Selecao das Quinas masih dibayangi catatan panjang yang belum pernah menyentuh trofi juara dunia.
Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu dipandang sebagai peluang emas bagi Portugal untuk mengakhiri penantian.
Kekuatan tim asuhan Roberto Martinez dinilai lebih matang dibanding edisi-edisi sebelumnya, dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda yang sedang berada di puncak performa.
Baca Juga: Kabar Baik Tim Matador, Lamine Yamal Diproyeksikan Fit di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Sorotan utama tentu tertuju kepada Cristiano Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun tersebut diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya. Jika tampil, Ronaldo akan mencatatkan penampilan keenam di ajang empat tahunan tersebut, menyamai rekor partisipasi terbanyak yang juga dimiliki Lionel Messi.
Meski menjadi salah satu kekuatan utama Eropa, Portugal belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Prestasi terbaik mereka hanya finis di posisi ketiga pada edisi 1966.
Sementara pada 2006, Portugal kembali menembus semifinal sebelum langkah mereka dihentikan Italia yang akhirnya keluar sebagai juara.
Situasi itu membuat Portugal masih berada satu tingkat di bawah negara-negara yang telah merasakan gelar dunia seperti Brasil, Argentina, Prancis, Jerman, dan Spanyol. Karena itu, Martinez memilih bersikap realistis dan enggan menempatkan timnya sebagai favorit utama.
Pelatih asal Spanyol tersebut menilai status favorit lebih layak disematkan kepada negara-negara yang memiliki sejarah juara dunia. Namun, kemenangan Portugal atas Spanyol di final UEFA Nations League menjadi bukti bahwa timnya memiliki kualitas untuk bersaing hingga akhir turnamen.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Setahun sebelum tampil di turnamen terbesar dunia, Portugal sukses mengangkat trofi UEFA Nations League setelah menaklukkan Spanyol melalui drama adu penalti.
Gelar tersebut menjadi sinyal bahwa pasukan Roberto Martinez mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa.
Keberhasilan menundukkan Spanyol juga memperlihatkan kematangan permainan Portugal. Di bawah arahan Martinez, tim tampil agresif dengan skema 4-3-3 yang mengandalkan penguasaan bola dan serangan cepat. Pola itu membuat Portugal dinilai memiliki modal kuat untuk berburu gelar dunia pertama.
Salah satu sektor yang paling menonjol adalah lini tengah. Portugal memiliki stok gelandang berkualitas yang membuat banyak negara peserta Piala Dunia iri. Nama-nama seperti Bruno Fernandes, Vitinha, Joao Neves, Ruben Neves, hingga Bernardo Silva menjadi fondasi utama permainan tim.
Vitinha menjelma sebagai pemain yang mampu menghubungkan lini belakang dan depan secara efektif. Mobilitas tinggi serta kemampuan membaca permainan membuatnya menjadi salah satu gelandang paling berpengaruh saat ini.
Sementara itu, Joao Neves hadir sebagai sosok pekerja keras yang mampu menjalankan tugas bertahan maupun menyerang dengan sama baiknya. Pemain muda yang bersinar bersama PSG tersebut dinilai menjadi salah satu aset terpenting Portugal dalam menjaga keseimbangan tim.
Kombinasi Vitinha dan Neves menjadi kekuatan yang sulit ditandingi lawan. Keduanya sudah terbiasa bermain bersama sehingga memiliki pemahaman yang kuat di lapangan. Kehadiran mereka membuat Portugal mampu menjaga ritme permainan sekaligus menekan lawan sejak lini tengah.
Di tengah banyaknya pemain muda berbakat, perhatian publik tetap tertuju kepada Cristiano Ronaldo. Meski telah berusia 41 tahun, kapten Portugal itu masih menjadi ikon sekaligus sumber inspirasi bagi rekan-rekannya.
Namun, Martinez diperkirakan akan mengelola menit bermain Ronaldo secara cermat. Faktor usia membuat sang megabintang tidak lagi berada pada masa puncak performa, meski pengalaman dan naluri mencetak golnya masih sangat dibutuhkan.
Pada fase grup Piala Dunia 2026, Portugal tergabung di Grup K bersama Kongo, Kolombia, dan Uzbekistan. Pertandingan pertama mereka akan berlangsung pada 18 Juni menghadapi Kongo.
Sebelum memulai petualangan di Amerika Utara, Portugal masih memiliki dua agenda uji coba melawan Chile dan Nigeria. Dua pertandingan tersebut akan dimanfaatkan Martinez untuk mematangkan strategi sekaligus menentukan komposisi terbaik tim.
Dengan kedalaman skuad yang merata, kualitas pemain kelas dunia, dan pengalaman bertanding di level tertinggi, Portugal memiliki peluang besar menciptakan sejarah baru. Kini, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan seluruh potensi tersebut di panggung Piala Dunia.
Editor : Uways Alqadrie