KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Ketidakpastian yang sempat membayangi Timnas Iran menjelang Piala Dunia 2026 akhirnya terjawab. Seluruh pemain yang masuk skuad resmi dikabarkan telah memperoleh visa Amerika Serikat sehingga dapat mengikuti turnamen yang digelar di Amerika Utara tersebut.
Kabar tersebut dikonfirmasi dua pejabat Amerika Serikat kepada Associated Press (AP). Selain pemain, izin masuk juga diberikan kepada jajaran pelatih, ofisial, serta sebagian staf pendukung tim.
Keputusan itu menjadi angin segar bagi Iran yang sebelumnya menghadapi kendala administratif akibat memanasnya hubungan politik antara Teheran dan Washington.
Baca Juga: Jadi Man of The Match Indonesia vs Oman, Emil Audero Tunjukkan Kelas Kiper Serie A
Situasi tersebut bahkan membuat Iran mengubah rencana pemusatan latihan dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko yang berada dekat perbatasan AS.
Meski visa telah disetujui, proses distribusi dokumen perjalanan kepada seluruh anggota tim masih berlangsung. Otoritas terkait belum memastikan kapan seluruh paspor akan dikembalikan, namun prosesnya diperkirakan rampung dalam beberapa hari ke depan.
Sebelum menetap di Meksiko, skuad asuhan Amir Ghalenoei menjalani persiapan di Antalya, Turki. Dari sana, mereka juga mengurus dokumen perjalanan ke Meksiko sebagai bagian dari strategi menghadapi ketidakpastian izin masuk ke Amerika Serikat.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack, menegaskan bahwa olahraga harus menjadi jembatan yang menyatukan berbagai negara. Menurutnya, Amerika siap menyambut seluruh peserta dan suporter yang datang ke Piala Dunia 2026.
Di putaran final nanti, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Mereka akan memulai perjalanan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni.
Dilanjutkan melawan Belgia pada 21 Juni di Inglewood, California. Laga terakhir fase grup mempertemukan Iran dengan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Sebelumnya, isu visa sempat berkembang menjadi polemik politik. Presiden AS Donald Trump pernah mempertanyakan kelayakan Iran tampil di Piala Dunia dan menyinggung faktor keamanan.
Pernyataan tersebut memicu respons dari pihak Iran yang menegaskan tidak ada pihak yang berhak menghalangi partisipasi mereka dalam turnamen resmi FIFA.
Federasi Sepak Bola Iran tetap melanjutkan seluruh persiapan meski sempat muncul pesimisme dari sejumlah pejabat negara itu. Seluruh pemain dan staf diwajibkan mengurus visa, termasuk mereka yang pernah memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Baca Juga: Portugal Punya Generasi Emas, Mampukah Cristiano Ronaldo Raih Gelar Piala Dunia Pertama di 2026?
Menariknya, potensi duel sarat gengsi antara Iran dan Amerika Serikat masih terbuka. Jika kedua negara sama-sama menutup fase grup sebagai runner-up, mereka berpeluang bertemu pada babak 32 besar yang dijadwalkan berlangsung di Arlington, Texas, pada 3 Juli mendatang.
Editor : Uways Alqadrie