Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tantangan Cuaca Ekstrem, AS-Meksiko-Kanada Pasang Rumput Hibrida Khusus

Ari Arief • Minggu, 7 Juni 2026 | 10:33 WIB

 

PASANG RUMPUT: Pekerja memasang rumput untuk persiapan perhelatan Piala Dunia 2026.(AP)
PASANG RUMPUT: Pekerja memasang rumput untuk persiapan perhelatan Piala Dunia 2026.(AP)

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Gelaran Piala Dunia 2026 yang resmi dimulai pekan ini tidak hanya menyajikan persaingan sengit 48 negara top sepak bola. Di balik layar, panitia meluncurkan inovasi teknologi rumput hibrida terbaru hasil riset delapan tahun untuk mengatasi tantangan cuaca ekstrem di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Langkah revolusioner terbaru diambil oleh pengelola stadion dengan memasang dua jenis campuran rumput yang berbeda demi menjaga netralitas kompetisi. Stadion di wilayah beriklim panas seperti Monterrey (Meksiko) menggunakan jenis Bermuda grass. Sementara itu, stadion di wilayah dingin atau stadion tertutup seperti BC Place (Kanada) dipasang racikan rumput perennial rye yang dicampur dengan Kentucky bluegrass.

Baca Juga: Jude Bellingham Jadi Alasan Della Yakin Inggris Juara Piala Dunia 2026

Piala Dunia edisi kali ini mencetak sejarah sebagai yang paling menuntut bagi tim perawat lapangan. Dengan total 104 pertandingan yang harus dimainkan, delapan stadion yang awalnya menggunakan rumput sintetis—termasuk markas tim-tim NFL—kini telah dirombak total menjadi rumput alami demi memenuhi standar ketat FIFA.

Stadion Lumen Field di Seattle menjadi salah satu yang paling awal melakukan uji coba perombakan ini. Prosesnya terbilang rumit, melibatkan pemasangan struktur drainase dan ventilasi mirip peti kemas di atas lapangan lama, dilapisi pasir setebal 25 sentimeter, sebelum akhirnya dijahit dengan penguat serat buatan (artificial fiber).

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: AKPSI Dukung Danantara Kelola Ekspor Sawit, Dinilai Bisa Tutup Celah Underpricing dan Tingkatkan Pendapatan Daerah

Kapten Timnas Wanita AS, Lindsey Heaps, yang sempat menjajal lapangan tersebut memberikan pujian. "Saya bahkan tidak merasakan bedanya (dengan lapangan alami permanen), dan itu adalah tanda bahwa kualitasnya sangat baik," ujarnya.

Tantangan paling unik muncul di AT&T Stadium (Dallas) yang dijadwalkan menggelar sembilan pertandingan—terbanyak di antara semua venue. Karena stadion ini memiliki atap yang membatasi masuknya sinar matahari, para insinyur mengakalinya dengan menggantung lampu pertumbuhan (grow lights) berwarna merah muda raksasa dari langit-langit stadion untuk menjaga kesegaran rumput.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Apkasindo Kaltim Dukung Danantara Kelola Ekspor Sawit tapi Minta Manfaatnya Benar-Benar Dirasakan Petani

"Lampu ini belum pernah digantung di langit-langit sebelumnya. Biasanya alat ini harus didorong menggunakan roda, yang justru berisiko merusak permukaan. Dengan digantung, kami mengurangi satu beban di atas lapangan," kata Ewen Hodge, Kepala Infrastruktur Lapangan Piala Dunia 2026.

Profesor sains rumput dari University of Tennessee, John Sorochan, yang memimpin riset bersama Michigan State University, menyatakan bahwa teknologi hibrida ini melompat jauh dibanding saat AS menjadi tuan rumah pada 1994 silam. Saat itu, rumput mudah rusak karena minimnya teknologi pencahayaan buatan.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Harga TBS Petani Berpotensi Melemah, Sikap Pelaku Sawit Juga Hati-Hati, Gapki Minta Regulasi yang Jelas

"Tujuan utama para pengelola lapangan adalah membuat rumput ini sesempurna mungkin hingga pemain tidak menyadari keberadaannya. Fokus semua orang harus tetap pada pertandingan dan gol-gol indah yang tercipta," kata Sorochan.

Menariknya, riset bernilai tinggi untuk Piala Dunia ini diproyeksikan akan membawa dampak jangka panjang (legacy) bagi fasilitas olahraga publik di dunia, termasuk potensi diadopsi di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan pengembangan sistem hidroponik lapangan yang mampu mendaur ulang air secara mandiri, sehingga perawatan lapangan stadion di masa depan akan jauh lebih hemat air dan ramah lingkungan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#kanada #piala dunia 2026 #meksiko #rumput #as