Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terungkap! Trofi Piala Dunia Memang Terbuat dari Emas Asli , Tetapi Ada Fakta yang Jarang Diketahui

Dwi Puspitarini • Jumat, 12 Juni 2026 | 05:09 WIB
Trofi Piala Dunia FIFA terlihat dalam acara pengundian kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di markas FIFA, Zurich, Swiss. (Fabrice COFFRINI/AFP)
Trofi Piala Dunia FIFA terlihat dalam acara pengundian kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di markas FIFA, Zurich, Swiss. (Fabrice COFFRINI/AFP)

KALTIMPOST.ID, Piala Dunia 2026 - Trofi Piala Dunia menjadi simbol tertinggi dalam sepak bola dunia dan hingga kini masih memunculkan banyak pertanyaan. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah apakah trofi tersebut benar-benar terbuat dari emas asli. Jawabannya adalah ya.

Trofi Piala Dunia dibuat menggunakan emas asli 18 karat, tetapi tidak sepenuhnya padat. Bagian dalam trofi dibuat berongga sehingga beratnya tetap ideal untuk diangkat para pemain saat perayaan juara.

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kembali membuat perhatian publik tertuju pada trofi paling bergengsi dalam olahraga tersebut. Selain menjadi incaran 48 negara peserta, trofi ini juga dikenal sebagai salah satu benda olahraga paling berharga di dunia.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dimulai! Meksiko Menang 2-0 atas Afrika Selatan, Tiga Kartu Merah Warnai Pertandingan

Trofi Piala Dunia Terbuat dari Emas Asli dan Bernilai Fantastis

Trofi Piala Dunia yang digunakan saat ini merupakan hasil rancangan seniman asal Italia, Silvio Gazzaniga, pada 1971. Desain tersebut mulai digunakan sejak Piala Dunia 1974 dan bertahan hingga sekarang.

Trofi memiliki tinggi 36,5 sentimeter dengan bahan utama emas 18 karat yang mengandung sekitar 75 persen emas murni. Pada bagian alas terdapat dua cincin batu malasit berwarna hijau yang menjadi ciri khas tampilannya.

Meski dibuat dari emas asli, trofi tidak dibuat sepenuhnya padat. Para ahli memperkirakan apabila seluruh bagian trofi terbuat dari emas murni yang solid, beratnya bisa mencapai 70 hingga 80 kilogram. Bobot sebesar itu tentu akan menyulitkan pemain ketika mengangkat trofi saat perayaan kemenangan.

Secara resmi, trofi Piala Dunia memiliki berat 6,175 kilogram. Kombinasi antara emas dan batu malasit membuat trofi tetap kokoh sekaligus cukup ringan untuk dibawa.

Dari sisi nilai, trofi ini termasuk yang paling mahal dalam dunia olahraga. Nilai bahan bakunya yang terdiri dari emas dan malasit diperkirakan mencapai 250 ribu hingga 300 ribu dolar AS. Namun nilai sebenarnya jauh lebih tinggi karena faktor sejarah, prestise, dan makna simbolis yang melekat pada trofi tersebut.

Berbagai perkiraan menyebutkan nilai keseluruhan trofi Piala Dunia dapat mencapai sekitar 20 juta dolar AS. Nilai tersebut menjadikannya salah satu trofi olahraga paling berharga yang pernah dibuat.

Mengapa Juara Tidak Bisa Membawa Pulang Trofi Asli?

Banyak penggemar sepak bola mengira negara juara Piala Dunia dapat menyimpan trofi emas asli secara permanen. Faktanya, FIFA tidak mengizinkan hal tersebut.

Trofi asli hanya digunakan saat seremoni penyerahan hadiah dan perayaan di lapangan setelah final selesai. Setelah acara berakhir, trofi langsung dikembalikan kepada FIFA dengan pengamanan yang sangat ketat.

Sebagai pengganti, negara juara menerima replika permanen yang dikenal dengan nama World Cup Winners' Trophy. Replika tersebut dibuat dari bahan perunggu yang dilapisi emas sehingga tampilannya menyerupai trofi asli.

Sementara itu, trofi asli disimpan di FIFA World Football Museum yang berada di Zurich, Swiss. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga keamanan dan kelestarian salah satu benda paling bersejarah dalam dunia olahraga.

Aturan tersebut berbeda dengan era Trofi Jules Rimet. Pada masa itu, negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali berhak memiliki trofi secara permanen. Brasil menjadi negara pertama yang memperoleh hak tersebut setelah meraih gelar ketiga pada Piala Dunia 1970.

Ketika trofi baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1974, FIFA menghapus aturan tersebut. Sejak saat itu, trofi asli ditetapkan sebagai aset permanen FIFA dan tidak dapat dimiliki oleh negara mana pun.

Selain itu, FIFA juga memiliki aturan khusus mengenai siapa yang boleh menyentuh trofi asli tanpa sarung tangan. Hanya dua kelompok yang mendapat izin khusus, yaitu:

·         Pemain dan pelatih yang berhasil menjuarai Piala Dunia.

·         Kepala negara yang sedang menjabat, seperti presiden, perdana menteri, atau raja.

Selain pihak-pihak tersebut, siapa pun tidak diperkenankan menyentuh trofi secara langsung atau harus menggunakan sarung tangan khusus. Aturan ketat ini diterapkan untuk menjaga kondisi trofi yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan olahraga yang sangat tinggi.

Dengan bahan emas asli, nilai yang mencapai puluhan juta dolar, serta perlindungan ketat dari FIFA, trofi Piala Dunia bukan hanya lambang kemenangan di lapangan hijau. Trofi tersebut juga menjadi salah satu benda paling berharga dan paling dijaga dalam sejarah olahraga dunia.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Trofi Piala Dunia #piala dunia 2026 #fifa