Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gol Telat Khoukhi Paksa Swiss Berbagi Angka, Qatar Raih Poin Bersejarah

Ari Arief • Minggu, 14 Juni 2026 | 09:07 WIB
BERTERIAK: Pedro Miguel dari Qatar, berteriak saat ia merayakan gol setelah rekan setimnya, Boualem Khoukhi dari Qatar, mencetak gol pertama untuk timnya selama pertandingan melawan Swiss di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Sabtu, 13 Juni 2026.(AP)
BERTERIAK: Pedro Miguel dari Qatar, berteriak saat ia merayakan gol setelah rekan setimnya, Boualem Khoukhi dari Qatar, mencetak gol pertama untuk timnya selama pertandingan melawan Swiss di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Sabtu, 13 Juni 2026.(AP)

 

KALTIMPOST.ID,SANTA CLARA—Qatar tampaknya kini bisa benar-benar bangkit dan melupakan memori kelam Piala Dunia empat tahun lalu saat menjadi tuan rumah. Lewat gol dramatis di masa injury time, Qatar berhasil menciptakan kejutan besar dengan menahan imbang tim favorit Grup B, Swiss, dengan skor 1-1 pada laga yang berlangsung Sabtu (13/6) waktu setempat.

Hasil ini menjadi pukulan telak yang sangat menyakitkan bagi skuad tangguh Swiss. Di negara asalnya, salah satu tajuk utama stasiun televisi publik berbahasa Prancis, RTS, bahkan langsung menyuarakan kekecewaan mendalam dengan pelesetan tajam: "QATARSTROPHE" (Bencana Qatar).

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Penumpang Bandara Sepinggan Balikpapan Turun hingga 40 Persen, Dispar Kaltim Usulkan Subsidi Tiket Pesawat

Pahlawan Qatar malam itu adalah Boualem Khoukhi. Sundulan mematikan Khoukhi pada menit keempat masa injury time sukses merobek jala Swiss, sekaligus memastikan poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Qatar di ajang Piala Dunia. Gol tersebut disambut gemuruh oleh 67.966 penonton yang memadati Stadion Levi's.

"Setiap hasil imbang terasa seperti kekalahan bagi kami. Kami harus berkaca pada diri sendiri. Performa hari ini sama sekali tidak cukup bagus untuk meraih kemenangan," ujar gelandang andalan Swiss, Granit Xhaka, dengan nada kecewa.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Tiket Pesawat Mahal dan Efisiensi Anggaran Tekan Industri Pariwisata Balikpapan, Perlu Ada Insentif ke Sektor Wisata

Begitu peluit panjang berbunyi, emosi tak terbendung tampak di lapangan. Sejumlah penggawa Qatar langsung ambruk ke tanah sembari merayakan gol telat tersebut, sementara pemain lainnya berlarian dan saling berpelukan erat meluapkan kegembiraan.

Sebaliknya, pelatih Qatar Julen Lopetegui mengaku sangat bangga atas performa luar biasa yang ditunjukkan anak asuhnya. "Saya sangat bangga hari ini dengan mentalitas serta disiplin yang mereka tunjukkan. Kami memiliki rencana yang harus dijalankan. Kami memang sedikit dinaungi keberuntungan di beberapa momen, tetapi Anda harus selalu percaya. Dalam hidup dan sepak bola, Anda butuh keyakinan serta sedikit keberuntungan," tutur Lopetegui pascapertandingan.

Baca Juga: Skandal Audit BPK di Muara Enim, Eks Penyidik KPK Sebut Temuan Bisa Jadi Ajang Praktik Auditor Nakal

Swiss sejatinya unggul lebih dulu pada babak pertama melalui eksekusi penalti Breel Embolo pada menit ke-17. Penyerang berusia 29 tahun tersebut baru saja diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat sepekan lalu setelah sempat tertahan akibat kendala visa darurat pasca-kasus hukum lama di Bern yang mencuat kembali.

Kendati mendominasi jalannya pertandingan sepanjang sore yang hangat di bulan Juni tersebut, Swiss dihukum oleh kegagalan mereka sendiri dalam memanfaatkan rentetan peluang emas di depan gawang Qatar.

Gelandang Swiss, Denis Zakaria, mengakui bahwa hasil ini sangat merusak mental timnya. "Jelas sekali. Kami tidak bermain seperti yang seharusnya. Kami menciptakan begitu banyak peluang, namun membuangnya begitu saja di depan gawang. Hari ini kami harus membayar mahal kegagalan itu," cetus Zakaria kepada RTS.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Efisiensi Anggaran, Tiket Pesawat Mahal, dan Lesunya Aktivitas IKN Jadi Pemicu Okupansi Hotel di Kaltim Turun 35 Persen

Laga ini juga diwarnai insiden pada menit ke-13 saat Embolo dilanggar keras oleh penjaga gawang Qatar, Mahmoud Abunada, yang berujung kartu kuning. Abunada sempat terkapar telungkup dan tidak bergerak selama beberapa menit sebelum akhirnya bisa bangkit melanjutkan laga.

Pertandingan di Stadion Levi’s—markas tim NFL San Francisco 49ers yang juga sukses menggelar Super Bowl empat bulan lalu—ini menyisakan ribuan kursi kosong di tribun penonton. Kondisi ini kontras dengan laga Copa America dua tahun lalu di stadion yang sama, di mana duel Brasil vs Kolombia sukses menyedot hingga 70.971 penonton.

Baca Juga: MBG Tidak Dihentikan, Mendikdasmen Buka Peluang Kantin Sekolah Ikut Terlibat

Bagi Swiss, hasil minor ini menjadi alarm keras dalam ambisi mereka melangkah lebih jauh dari pencapaian babak 16 besar edisi sebelumnya. Sementara bagi Qatar, hasil imbang ini menjadi sejarah manis sekaligus pembuktian setelah pada Piala Dunia 2022 lalu menorehkan rekor buruk sebagai tim tuan rumah pertama yang menelan kekalahan di seluruh laga fase grup.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#swiss #qatar #piala dunia