Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Yasin Ayari Cetak Gol Emosional di Piala Dunia 2026, Bobol Gawang Negara Kelahiran Sang Ayah

Thomas Priyandoko • Senin, 15 Juni 2026 | 10:14 WIB
Yasin Ayari (kiri) menolak selebrasi usai mencetak gol ke gawang Tunisia. (FIFA)
Yasin Ayari (kiri) menolak selebrasi usai mencetak gol ke gawang Tunisia. (FIFA)

 

KALTIMPOST.ID, MONTERREY – Yasin Ayari menorehkan momen tak terlupakan dalam debutnya di Piala Dunia 2026. Gelandang Swedia itu mencetak gol perdananya sekaligus bagi Swedia saat menghadapi Tunisia, negara kelahiran sang ayah yang pernah berharap bisa melihatnya membela tim berjuluk The Eagles of Carthage tersebut.

Ayari menjadi pembuka keunggulan Swedia saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F, Senin (15/6/2026). Pada menit ketujuh, pemain Brighton & Hove Albion itu melepaskan tendangan keras yang meluncur ke sudut atas gawang tanpa mampu dihentikan kiper Tunisia.

Gol tersebut menjadi gol pertama Swedia di ajang Piala Dunia setelah penantian selama 2.893 hari. Namun yang menarik, Ayari tidak merayakannya secara berlebihan meski langsung dikerubungi rekan-rekannya.

Ada alasan emosional di balik selebrasi yang tertahan itu.

Tunisia bukan sekadar lawan bagi Ayari. Negara Afrika Utara tersebut merupakan tanah kelahiran ayahnya, Azzouz Ayari, yang lahir dan besar di sana sebelum keluarganya menetap di Swedia.

Baca Juga: Prediksi Belgia vs Mesir: Rudi Garcia Minta Setan Merah Tampil Habis-habisan Bendung Mohamed Salah Cs

Pernah Didekati Tunisia

Sebelum memilih membela Swedia, Ayari sempat menjadi incaran federasi sepak bola Tunisia. Pada 2021, Tunisia berusaha meyakinkannya untuk bergabung dan memperkuat tim nasional menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar.

Bahkan Ayari disebut tertarik dengan peluang tersebut. Selain Tunisia, ia juga memiliki kesempatan membela Maroko melalui garis keturunan ibunya.

Namun sang ayah memiliki pandangan berbeda.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Jepang Tahan Imbang 2-2 Setelah Dua Kali Tertinggal, Gagalkan Kemenangan Belanda

Dalam wawancara dengan media Swedia, Aftonbladet, bulan lalu, Azzouz Ayari mengungkapkan dirinya meminta sang anak untuk tetap membela Swedia.

"Anak saya ingin bermain untuk Tunisia, tetapi saya memintanya mewakili Swedia karena negara inilah yang menerima dan membesarkannya. Sudah menjadi kewajibannya untuk memberikan sesuatu kembali," kata Azzouz.

Keputusan itu akhirnya mengubah arah karier internasional Ayari.

Pelatih Tunisia Hormati Keputusan Ayari

Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi, mengaku memahami keputusan Ayari dan tetap menaruh rasa hormat kepada pemain berusia 22 tahun tersebut.

"Saya mengenalnya dan juga saudaranya. Dia telah membuat pilihan dan saya sangat menghormatinya. Dia pemain yang sangat bagus," ujar Lamouchi sebelum pertandingan.

"Kami mendoakan yang terbaik untuknya setelah pertandingan selesai," tambahnya.

Pilih Swedia karena Identitas dan Rasa Memiliki

Ayari yang lahir di Solna, Swedia, merasa negaranya saat ini adalah tempat yang paling tepat untuk diwakili di level internasional.

Seiring kembalinya Swedia ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 12 tahun, Ayari menegaskan komitmennya kepada tim nasional negara Skandinavia tersebut.

"Saya lahir di Swedia dan merasa sebagai orang Swedia. Swedia adalah negara yang ingin saya wakili," tegas Ayari.

Pilihan itu kini terasa semakin bermakna. Di panggung terbesar sepak bola dunia, Ayari tidak hanya menjalani debut Piala Dunia, tetapi juga mencetak gol penting ke gawang negara yang memiliki hubungan darah dengannya.

Momen tersebut menjadi salah satu kisah paling emosional pada fase awal Piala Dunia 2026, ketika identitas, keluarga, dan sepak bola bertemu dalam satu pertandingan yang tak akan mudah dilupakan sang pemain.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Swedia vs Tunisia #Yasin Ayari #Graham Potter #Piala Dunia 2025