KALTIMPOST.ID, TORONTO – Pantai Gading nyaris kehilangan salah satu penyerangnya saat menghadapi Jerman pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Toronto, Minggu (21/6) dini hari.
Striker Elye Wahi sempat tidak diizinkan masuk ke Kanada karena pengajuan visanya ditolak. Masalah tersebut berkaitan dengan riwayat penyelidikan yang pernah dilakukan otoritas Prancis terhadap pemain berusia 23 tahun itu dalam dugaan kasus perjudian ilegal.
Wahi, yang berstatus pemain Eintracht Frankfurt dan musim lalu dipinjamkan ke OGC Nice, sempat terancam absen dalam pertandingan penting melawan Jerman.
Baca Juga: Jaksa Ungkap Penyimpangan Rp2,13 Miliar di KONI Samarinda, Tiga Terdakwa Dituntut Beragam
Namun, situasi tersebut akhirnya dapat diselesaikan setelah Federasi Sepak Bola Pantai Gading (FIF) turun tangan membantu proses administrasi sang pemain.
Seperti dilaporkan TyC Sports, visa Wahi akhirnya diterbitkan sehingga ia dapat bergabung dengan skuad Les Éléphants di Kanada.
“Situasi administratif Elye Wahi telah membaik. Izin untuk masuk ke Kanada kini telah diperoleh,” tulis FIF dalam pernyataan resminya.
Nama Wahi sebelumnya sempat menjadi perhatian setelah menerima kartu kuning pada menit ke-35 dalam laga Ligue 1 antara Nice melawan FC Metz pada 17 Mei lalu. Insiden tersebut kemudian masuk dalam penyelidikan terkait dugaan aktivitas perjudian yang mencurigakan.
Meski demikian, kasus tersebut tidak menghalanginya untuk mendapatkan izin masuk ke Kanada setelah proses verifikasi selesai dilakukan.
Wahi pun terhindar dari nasib yang dialami gelandang Ghana Thomas Partey. Pemain tersebut gagal memperkuat negaranya pada laga pembuka melawan Panama karena tidak memperoleh izin masuk ke Kanada akibat persoalan hukum yang pernah menjeratnya.
Dengan tuntasnya urusan visa, Pantai Gading kini bisa menurunkan kekuatan terbaik saat menghadapi Jerman dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit. (*)
Editor : Ery Supriyadi