KALTIMPOST.ID,MONTERREY– Sejarah besar akan tercipta di Estadio BBVA, Guadalupe, Monterrey. Laga ke-1.000 sepanjang sejarah Piala Dunia FIFA dipastikan bukan milik raksasa Eropa atau Amerika Latin, melainkan duel sengit antara dua kekuatan Asia dan Afrika, Jepang kontra Tunisia, dalam lanjutan Grup F pada Minggu (21/6) pukul 11.00 WIB.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan kondisi psikologis yang kontras. Jepang menatap laga dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Tunisia tengah dirundung krisis setelah menelan kekalahan memalukan 1-5 dari Swedia di laga pembuka.
Kekalahan terbesar sepanjang sejarah Tunisia di Piala Dunia tersebut berbuntut panjang. Pelatih Sabri Lamouchi langsung didepak dari kursinya, menjadikannya pelatih pertama yang dipecat hanya setelah satu pertandingan di turnamen ini. Sebagai pengganti, federasi sepak bola Tunisia bergerak cepat menunjuk Hervé Renard, juru taktik kawakan yang pernah menumbangkan Argentina bersama Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 lalu.
Namun, Renard dihadapkan pada tugas berat. Ia hanya memiliki waktu tiga hari untuk memulihkan mentalitas skuad berjuluk Elang Kartago yang hancur lebur. Padahal, Tunisia dihuni pemain berkualitas seperti Ellyes Skhiri (Bundesliga) dan Hannibal Mejbri (Premier League). Rekor pertemuan juga tidak memihak Tunisia, di mana mereka kalah 0-2 dari Jepang pada Piala Dunia 2002 silam.
Di kubu seberang, Jepang modal tangguh usai menahan imbang Belanda 2-2. Anak asuh Hajime Moriyasu menunjukkan karakter pantang menyerah setelah dua kali tertinggal dan sukses menyamakan kedudukan.
"Samurai Blue" dikenal sebagai tim Asia paling konsisten dengan sepak bola operan pendek dan transisi cepat. Kekuatan utama Jepang terletak pada kedalaman skuad, di mana lima dari tujuh gol terakhir mereka di Piala Dunia justru lahir dari kontribusi pemain pengganti. Selain itu, lini belakang yang dikomandoi Shogo Taniguchi terbukti solid setelah mencatatkan akurasi operan 98 persen saat meredam serangan Belanda.
Suhu udara Monterrey yang diperkirakan mencapai 28°C saat kick-off juga diprediksi tidak akan menjadi kendala bagi Wataru Endo dan kawan-kawan yang sudah terbiasa dengan cuaca panas.
Pertarungan sengit diyakini akan terjadi di sektor gelandang bertahan, mempertemukan Ellyes Skhiri (Tunisia) dan Wataru Endo (Jepang) sebagai jangkar permainan masing-masing tim. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim. Tambahan tiga poin akan mengantarkan Jepang mengemas 4 poin dan memperbesar peluang lolos ke babak 32 besar. Sebaliknya, kekalahan akan membuat Tunisia angkat koper lebih cepat dari turnamen.
Perkiraan Susunan Pemain:
Tunisia (4-2-3-1): Dahmen (GK); Ali Abdi, Montassar Talbi, Dylan Bronn, Yan Valery; Skhiri, Hannibal; Achouri, Ben Slimane, Ben Ouanes; Firas Chaouat.
Pelatih: Hervé Renard.
Jepang (4-2-3-1): Suzuki (GK); Nagatomo, Taniguchi, Itakura; Endo, Ao Tanaka; Doan, Kamada, Kubo; Maeda.
Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)
Editor : Thomas Priyandoko