Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Cetak Sejarah Laga ke-1.000, Jepang Siap Jinakkan Tunisia di Monterrey

Ari Arief • Minggu, 21 Juni 2026 | 10:43 WIB
Ilustrasi pertandingan timnas Jepang vs Tunisia pada Piala Dunia 2026.(generate ai)
Ilustrasi pertandingan timnas Jepang vs Tunisia pada Piala Dunia 2026.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,MONTERREY– Sejarah besar akan tercipta di Estadio BBVA, Guadalupe, Monterrey. Laga ke-1.000 sepanjang sejarah Piala Dunia FIFA dipastikan bukan milik raksasa Eropa atau Amerika Latin, melainkan duel sengit antara dua kekuatan Asia dan Afrika, Jepang kontra Tunisia, dalam lanjutan Grup F pada Minggu (21/6) pukul 11.00 WIB.

Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan kondisi psikologis yang kontras. Jepang menatap laga dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Tunisia tengah dirundung krisis setelah menelan kekalahan memalukan 1-5 dari Swedia di laga pembuka.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pengamat Ekonomi Sebut Antrean Pertalite di Kaltim Cerminkan Turunnya Daya Beli dan Tekan Anggaran Subsidi BBM

Kekalahan terbesar sepanjang sejarah Tunisia di Piala Dunia tersebut berbuntut panjang. Pelatih Sabri Lamouchi langsung didepak dari kursinya, menjadikannya pelatih pertama yang dipecat hanya setelah satu pertandingan di turnamen ini. Sebagai pengganti, federasi sepak bola Tunisia bergerak cepat menunjuk Hervé Renard, juru taktik kawakan yang pernah menumbangkan Argentina bersama Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 lalu.

Namun, Renard dihadapkan pada tugas berat. Ia hanya memiliki waktu tiga hari untuk memulihkan mentalitas skuad berjuluk Elang Kartago yang hancur lebur. Padahal, Tunisia dihuni pemain berkualitas seperti Ellyes Skhiri (Bundesliga) dan Hannibal Mejbri (Premier League). Rekor pertemuan juga tidak memihak Tunisia, di mana mereka kalah 0-2 dari Jepang pada Piala Dunia 2002 silam.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pertamina Tambah Penyaluran Pertalite 33 Ribu Liter per Hari untuk Atasi Antrean di Balikpapan

Di kubu seberang, Jepang modal tangguh usai menahan imbang Belanda 2-2. Anak asuh Hajime Moriyasu menunjukkan karakter pantang menyerah setelah dua kali tertinggal dan sukses menyamakan kedudukan.

"Samurai Blue" dikenal sebagai tim Asia paling konsisten dengan sepak bola operan pendek dan transisi cepat. Kekuatan utama Jepang terletak pada kedalaman skuad, di mana lima dari tujuh gol terakhir mereka di Piala Dunia justru lahir dari kontribusi pemain pengganti. Selain itu, lini belakang yang dikomandoi Shogo Taniguchi terbukti solid setelah mencatatkan akurasi operan 98 persen saat meredam serangan Belanda.

Suhu udara Monterrey yang diperkirakan mencapai 28°C saat kick-off juga diprediksi tidak akan menjadi kendala bagi Wataru Endo dan kawan-kawan yang sudah terbiasa dengan cuaca panas.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pemerintah Pusat Dinilai Masih Jawa Sentris setelah Daerah Penghasil Minyak tapi Antre Pertalite di SPBU setelah Harga Pertamax Naik

Pertarungan sengit diyakini akan terjadi di sektor gelandang bertahan, mempertemukan Ellyes Skhiri (Tunisia) dan Wataru Endo (Jepang) sebagai jangkar permainan masing-masing tim. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim. Tambahan tiga poin akan mengantarkan Jepang mengemas 4 poin dan memperbesar peluang lolos ke babak 32 besar. Sebaliknya, kekalahan akan membuat Tunisia angkat koper lebih cepat dari turnamen. 

Perkiraan Susunan Pemain:

Tunisia (4-2-3-1): Dahmen (GK); Ali Abdi, Montassar Talbi, Dylan Bronn, Yan Valery; Skhiri, Hannibal; Achouri, Ben Slimane, Ben Ouanes; Firas Chaouat.

Pelatih: Hervé Renard.

Jepang (4-2-3-1): Suzuki (GK); Nagatomo, Taniguchi, Itakura; Endo, Ao Tanaka; Doan, Kamada, Kubo; Maeda.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#jepang #piala dunia #tunisia