KALTIMPOST.ID - Sejak Piala Dunia 2022, FIFA memberikan kebebasan kepada setiap peserta untuk mempersonalisasi selebrasi gol mereka. Setiap tim diperbolehkan menyiapkan hingga lima lagu yang akan diputar setiap kali berhasil membobol gawang lawan.
Juara bertahan Argentina menjadi salah satu tim yang memanfaatkan kebijakan tersebut. Tim berjuluk La Albiceleste itu telah menyiapkan daftar lagu khusus untuk mengiringi momen selebrasi gol sepanjang Piala Dunia 2026.
Salah satu lagu yang masuk dalam daftar tersebut adalah Matador, karya grup musik asal Argentina, Onda Sabanera. Lagu bernuansa tropis dengan perpaduan alat musik tiup dan kibor itu diputar saat Lionel Messi mencetak gol ke gawang Aljazair di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada laga pekan lalu (17/6).
Baca Juga: SMA 2 Tanah Grogot Wakili Kaltim ke Nasional, Musikalisasi Puisi Reggae Curi Perhatian Juri
Selain Matador, Argentina juga menyiapkan lagu La Cumbia de los Trapos yang dipopulerkan grup musik Yerba Brava. Lagu tersebut menjadi salah satu pilihan untuk membakar semangat suporter setiap kali Tim Tango mencetak gol.
Tradisi musik perayaan sebenarnya sudah melekat pada Argentina sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Messi dan rekan-rekannya kerap merayakan gol dengan iringan lagu Luz Delito yang dibawakan musisi Argentina, Wos.
FIFA menilai kebijakan penggunaan lagu selebrasi dapat menjadi identitas tersendiri bagi setiap tim peserta. Selain itu, pilihan lagu juga dinilai mampu mempererat hubungan antara tim dan para pendukungnya.
“Lagu selebrasi gol bisa menjadi identitas tim sekaligus mendekatkan tim dengan para penggemar karena mereka pasti ingin mengetahui alasan di balik pemilihan lagu tersebut,” tulis FIFA, seperti dikutip TyC Sports.
Baca Juga: Pengajuan MHA Dayak Wehea du Muara Wahau Belum Rampung, Ini Catatan Pemkab Kutim
Dengan kebijakan ini, suasana stadion diharapkan semakin meriah. Setiap gol bukan hanya menjadi momen penting dalam pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari karakter dan budaya yang dibawa masing-masing negara peserta. (*)
Editor : Ery Supriyadi