KALTIMPOST.ID – Tanjung Verde menorehkan sejarah baru di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika itu memastikan tiket ke babak 32 besar setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H, Sabtu (27/6/2026) WIB.
Hasil tersebut sudah cukup mengantarkan Tanjung Verde atau Cape Verde finis sebagai runner-up grup dengan koleksi tiga poin, di bawah Spanyol yang keluar sebagai juara grup dengan tujuh poin. Sementara Arab Saudi dan Uruguay harus mengakhiri perjalanan mereka di fase grup.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena Tanjung Verde menjadi negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia. Selain itu, mereka juga menjadi tim debutan pertama dalam 20 tahun terakhir yang berhasil menembus babak knockout sejak Ghana dan Ukraina melakukannya pada edisi 2006.
Perjalanan Cape Verde di turnamen ini memang penuh kejutan. Tim yang menempati peringkat ke-67 dunia versi FIFA itu lebih dulu mencuri perhatian ketika mampu menahan imbang salah satu favorit juara, Spanyol, tanpa gol pada laga pembuka.
Konsistensi permainan disiplin dan organisasi pertahanan yang solid menjadi modal utama mereka hingga akhirnya memastikan satu tempat di fase gugur.
Lebih Agresif dari Arab Saudi
Meski pertandingan berakhir tanpa gol, Cape Verde tampil lebih dominan dibanding Arab Saudi.
Peluang emas mereka hadir pada menit ke-74. Berawal dari umpan terobosan panjang, Nuno da Costa berhasil melewati kawalan dua pemain bertahan sebelum mengirim bola kepada Laros Duarte yang datang dari lini kedua.
Namun, peluang tersebut gagal berbuah gol setelah kiper Arab Saudi, Mohammed Al-Owais, melakukan penyelamatan gemilang menggunakan kakinya.
Da Costa kembali memperoleh kesempatan beberapa menit kemudian, tetapi tembakannya dari sudut sempit masih melebar. Pada masa injury time, ia kembali nyaris mencetak gol meski akhirnya peluang tersebut dianulir karena sudah lebih dulu terjebak offside.
Di sisi lain, Arab Saudi hanya mampu menciptakan sedikit peluang berbahaya. Sundulan Mohamed Kanno pada akhir babak pertama masih dapat diamankan dengan mudah oleh penjaga gawang Cape Verde, Vozinha, yang kembali tampil solid sepanjang pertandingan.
Tantang Argentina di Babak 32 Besar
Lolos sebagai peringkat kedua Grup H membuat Cape Verde kini bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.
Mereka dijadwalkan bertemu juara bertahan Argentina pada babak 32 besar yang akan digelar di Miami Gardens, 3 Juli mendatang.
Meski berstatus debutan dan bukan unggulan, perjalanan Cape Verde sejauh ini membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026. Dengan pertahanan disiplin dan semangat juang tinggi, negara kecil tersebut telah menjadi salah satu kisah paling inspiratif sepanjang turnamen.(*)
Editor : Thomas Priyandoko