KALTIMPOST.ID-Norwegia mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Pantai Gading dengan skor 2-1 pada babak 32 besar di Dallas Stadium, Arlington, Selasa (30/6) waktu setempat. Sosok yang kembali menjadi pembeda adalah Erling Haaland.
Striker andalan Norwegia itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-86 sekaligus membawa negaranya untuk pertama kalinya memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia. Gol tersebut juga menjadi koleksi kelima Haaland sepanjang turnamen, menempatkannya di jajaran pencetak gol terbanyak sementara.
Meski sepanjang pertandingan tidak banyak menyentuh bola, Haaland kembali menunjukkan naluri predatornya di depan gawang. Ketika mendapat satu peluang emas di menit-menit akhir, penyerang berusia 25 tahun itu sukses memanfaatkannya untuk memastikan kemenangan Norwegia.
Baca Juga: Prancis Gilas Swedia 3-0, Mbappe Cetak Brace dan Antar Les Bleus ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Pelatih Stale Solbakken menilai ketajaman Haaland menjadi pembeda terbesar dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, sang striker tidak perlu mendominasi permainan untuk menentukan hasil akhir.
"Saya pikir dia adalah pencetak gol terbaik di dunia. Hari ini dia memang tidak banyak terlibat, tetapi dia kembali mencetak gol kemenangan. Statistiknya bersama tim nasional sungguh luar biasa," ujar Solbakken.
Bagi Solbakken, kontribusi Haaland tidak hanya diukur dari jumlah gol. Ia juga memuji kemampuan mantan penyerang Borussia Dortmund itu dalam menjaga bola dan memberikan ketenangan kepada rekan-rekannya selama pertandingan.
Kemenangan atas Pantai Gading memastikan Norwegia melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Brasil. Laga tersebut diprediksi menjadi salah satu duel paling dinanti di fase gugur karena mempertemukan tim yang sedang percaya diri dengan salah satu favorit juara.
Keberhasilan ini juga menjadi tonggak bersejarah bagi sepak bola Norwegia. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil memenangi pertandingan fase gugur di ajang Piala Dunia, dengan Haaland kembali tampil sebagai aktor utama di balik pencapaian tersebut.(*)
Editor : Thomas Priyandoko