ATLANTA – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menilai Piala Dunia 2026 menjadi salah satu edisi paling sulit diprediksi. Menurutnya, tidak ada tim yang benar-benar tampil dominan sehingga status favorit juara menjadi kabur.
Pernyataan itu disampaikan Scaloni menjelang laga babak 16 besar antara Argentina melawan Mesir yang akan berlangsung Selasa (8/7) pukul 23.00 WIB. Meski berstatus juara bertahan, Argentina tidak ingin menganggap enteng lawannya.
Argentina melangkah ke fase gugur dengan catatan sempurna setelah memenangi seluruh pertandingan grup. Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Pada laga sebelumnya, Albiceleste dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya mengalahkan Cape Verde dengan skor 3-2 setelah perpanjangan waktu.
Baca Juga: Trump Turun Tangan, Presiden FIFA Batalkan Kartu Merah Folarin Balogun Jelang Lawan Belgia
Menurut Scaloni, hasil-hasil yang terjadi sepanjang turnamen menunjukkan bahwa kesenjangan antara tim besar dan tim nonunggulan semakin menipis.
"Saya pikir Piala Dunia ini sangat rumit bagi semua tim. Rasanya tidak ada favorit yang benar-benar jelas," kata Scaloni dalam konferensi pers, Senin (7/7).
Ia menilai banyak tim unggulan belum mampu menunjukkan performa terbaiknya. Kondisi fisik pemain yang kelelahan setelah menjalani musim panjang bersama klub juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas permainan.
"Tidak ada tim nasional yang sebelum turnamen bisa disebut favorit mutlak. Kondisinya juga berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya," ujarnya.
Baca Juga: Tangis Cristiano Ronaldo Usai Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Scaloni menambahkan sebagian besar pemain datang ke Piala Dunia setelah menjalani jadwal pertandingan yang sangat padat sepanjang musim.
"Saya memahami banyak pemain telah memainkan begitu banyak pertandingan. Mungkin karena itu level permainan yang kita lihat tidak seperti biasanya," lanjutnya.
Tim-Tim Besar Kesulitan
Piala Dunia 2026 memang menghadirkan sejumlah kejutan. Tim-tim besar yang biasanya tampil dominan justru mengalami kesulitan.
Prancis, yang menjadi finalis pada edisi sebelumnya, harus berjuang keras sebelum menyingkirkan Paraguay melalui penalti. Spanyol baru bisa mengalahkan Portugal lewat gol pada masa tambahan waktu. Sementara Brasil dan Jerman sudah tersingkir lebih awal dari turnamen.
Meski demikian, Scaloni tetap puas dengan performa Argentina sejauh ini.
"Level permainan Argentina cukup baik. Kami memenangi empat pertandingan dan itu alasan untuk merasa puas," katanya.
Menurut pelatih berusia 48 tahun tersebut, masih banyak aspek yang bisa diperbaiki meskipun timnya terus meraih kemenangan.
Cuaca dan Lapangan Jadi Tantangan
Selain kualitas lawan yang semakin merata, Scaloni menilai faktor nonteknis juga berpengaruh besar pada jalannya pertandingan di Piala Dunia 2026.
Ia menyoroti cuaca panas, perjalanan antarkota yang panjang, hingga kondisi lapangan yang berbeda-beda sebagai tantangan tambahan bagi seluruh peserta.
"Piala Dunia ini sulit. Ada perjalanan jauh, cuaca panas, kondisi lapangan, rumput, bahkan terkadang bola tidak bergerak dengan baik. Banyak faktor yang membuat tim sulit menunjukkan superioritasnya," jelas Scaloni.
Meski menghadapi berbagai kendala, ia yakin Argentina memiliki mentalitas kuat yang bisa menjadi pembeda ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana.
Saat menghadapi Cape Verde, misalnya, Argentina harus mengandalkan karakter dan semangat juang untuk keluar dari tekanan.
"Dalam pertandingan, ketika segala sesuatu tidak berjalan baik atau lawan menyulitkan, Anda harus mengandalkan daya juang, intensitas, dan karakter yang sudah menjadi DNA tim ini," tegasnya.
Menurut Scaloni, karakter itulah yang membuat Argentina mampu bertahan di tengah tekanan dan tetap melangkah ke babak berikutnya.
"Saya yakin jika kami tidak menunjukkan karakter pada pertandingan terakhir, mungkin kami sudah tersingkir," pungkasnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko