Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lionel Messi Belum Mau Pulang, Argentina Ditantang Swiss di Perempat Final

Redaksi • Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:19 WIB


Statistik Lionel Messi bersama Argentina dari debut Piala Dunia 2006 hingga edisi 2026 yang masih berlangsung.
Statistik Lionel Messi bersama Argentina dari debut Piala Dunia 2006 hingga edisi 2026 yang masih berlangsung.
 

 

KALTIMPOST.ID, KANSAS CITY – Lionel Messi belum ingin mengakhiri perjalanannya di Piala Dunia 2026. Setelah membawa Argentina menyingkirkan Mesir dengan kemenangan 3-2 pada babak 16 besar, kapten Albiceleste itu menegaskan tekadnya untuk terus melangkah lebih jauh.

“No podía terminar hoy” atau “Hari ini tidak boleh menjadi akhir”, menjadi pesan yang disampaikan Messi usai laga tersebut.

Di usia 39 tahun, setiap pertandingan fase gugur bisa menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Karena itu, La Pulga bertekad memperpanjang kisah bersama Argentina saat menghadapi Swiss pada babak perempat final di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7). 

Baca Juga: Hasil Practice MotoGP Jerman 2026: Marc Marquez Kuasai Sachsenring, Amankan Tiket Q2

“Kami ingin terus berada di sini. Hari ini tidak boleh menjadi akhir. Kami belum ingin pulang. Tim ini pantas terus melaju, terus berjuang, dan terus mencoba,” ujar Messi kepada Ole.

Tekad Messi mendapat dukungan penuh dari seluruh skuad Argentina. Gelandang Leandro Paredes bahkan mengaku para pemain memiliki motivasi khusus untuk terus menjaga mimpi sang kapten tetap hidup.

“Kami bermain agar pertandingan terakhir Leo tidak pernah terjadi,” kata Paredes.

Hal senada diungkapkan Rodrigo De Paul. Menurutnya, Messi telah menjadi inspirasi bagi seluruh pemain melalui kerja keras, karakter, dan pengorbanannya selama bertahun-tahun.

“Lebih dari apa yang dia lakukan di lapangan, Lionel menyentuh sisi yang sangat dalam pada diri kami. Apa yang kami lakukan adalah bentuk rasa terima kasih kepada seseorang yang kembali membawa kami ke perempat final Piala Dunia,” ujar De Paul.

Meski demikian, perjalanan Argentina sejauh ini belum sepenuhnya mulus. Tim asuhan Lionel Scaloni harus bekerja keras untuk menyingkirkan Tanjung Verde dan Mesir dengan skor identik 3-2.

Situasi itu membuat Swiss optimistis bisa menciptakan kejutan. Tim berjuluk Nati tersebut sedang menikmati pencapaian terbaik mereka setelah berhasil mencapai perempat final untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1954.

Baca Juga: Pasca-Kebakaran di Sungai Parit, Pemkab PPU Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban

“Bagi negara seperti Swiss, tidak ada yang lebih indah daripada menghadapi juara dunia di perempat final. Kami melihat Argentina bukan tim yang tidak bisa dikalahkan,” kata pelatih Swiss, Murat Yakin.

Laga ini juga memiliki makna khusus bagi Granit Xhaka dan Ricardo Rodríguez. Keduanya merupakan bagian dari tim Swiss yang disingkirkan Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2014 lewat gol Ángel Di María pada menit ke-118.

Kini, 12 tahun berselang, Xhaka, Rodríguez, dan Messi kembali bertemu di panggung yang sama.

“Bagi kami yang bermain di era Messi, ini sebuah privilese menjadi bagian dari kisahnya. Dia adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah. Namun, rasa lapar kami sangat besar. Kami ingin membuat hidupnya sesulit mungkin,” tegas Xhaka.

Argentina memburu tiket semifinal demi menjaga mimpi Messi tetap hidup. Di sisi lain, Swiss datang dengan ambisi besar untuk menorehkan sejarah baru dan menghentikan langkah sang juara dunia. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Perempat Final #Argentina vs Swiss #Granit Xhaka #lionel messi #piala dunia 2026