KALTIMPOST.ID, NEW JERSEY – Panggung terbesar sepak bola dunia siap menyajikan duel sarat gengsi. Timnas Spanyol akan menghadapi Argentina pada partai final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin dini hari WIB.
La Roja melangkah ke laga puncak dengan modal impresif. Tim asuhan Luis de la Fuente belum tersentuh kekalahan dalam 37 pertandingan terakhir. Ketangguhan lini belakang juga menjadi kekuatan utama setelah hanya kebobolan satu gol sepanjang tujuh laga di turnamen ini.
Baca Juga: Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Lionel Messi, Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Perjalanan Spanyol menuju final terbilang meyakinkan. Mereka mengalahkan Uruguay, Austria, Portugal, Belgia, hingga menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 di semifinal.
Di sisi lain, Argentina datang sebagai juara bertahan dengan kepercayaan diri tinggi. Albiceleste terus menunjukkan mental juara setelah mencatat kemenangan atas Yordania, Tanjung Verde, Mesir, Swiss, hingga menumbangkan Inggris di babak semifinal.
Kehadiran Lionel Messi masih menjadi tumpuan utama Argentina. Selain tajam di depan gawang, kapten Albiceleste itu juga tampil sebagai kreator serangan dengan torehan 10 assist sepanjang turnamen.
Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim, duel berlangsung cukup berimbang. Dalam lima laga terakhir, Spanyol dan Argentina sama-sama meraih dua kemenangan, sementara satu pertandingan lainnya dimenangkan Argentina.
Secara taktik, Spanyol diprediksi tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan kombinasi pemain muda dan senior. Sementara Argentina kemungkinan tampil menggunakan skema 4-4-2 yang mengandalkan duet Lionel Messi dan Julian Alvarez di lini depan.
Sejumlah pengamat sepak bola lebih menjagokan Spanyol untuk mengangkat trofi. Mayoritas prediksi menempatkan La Roja menang tipis 2-1, meski ada pula yang memperkirakan Argentina mampu keluar sebagai juara dengan skor 2-1.
Baca Juga: Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Jadi Korban Scam, Tabungan Rp1 Miliar Ludes
Laga final ini dipastikan menjadi pertarungan dua filosofi sepak bola berbeda. Spanyol mengandalkan penguasaan bola dan permainan kolektif, sedangkan Argentina bertumpu pada efektivitas serangan balik serta pengalaman pemain-pemainnya di pertandingan besar.
Editor : Uways Alqadrie