KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Ribuan warga memadati Alun-Alun ITHO, Kutai Barat, untuk mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang digelar hingga Senin (20/7/2026) dini hari. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang acara yang berlangsung meriah dan tertib.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat melalui momentum olahraga dunia yang menyedot perhatian publik.
Frederick Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang hadir karena mampu menjaga suasana tetap aman, nyaman, dan kondusif selama acara berlangsung.
Baca Juga: Eks Corinthians Merapat, Rodrigo Varanda Siap Jadi Senjata Baru Borneo FC
“Kami tentu berterima kasih kepada seluruh peserta yang menonton bareng final Piala Dunia 2026 ini. Masyarakat sangat tertib dan dapat menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya kepada reporter Kaltim Post di lapangan.
Menurut Frederick, nobar tidak hanya menjadi sarana menikmati pertandingan sepak bola, tetapi juga wadah memperkuat silaturahmi antarwarga. Dia menilai semangat kebersamaan harus tetap dikedepankan, terlepas dari perbedaan dukungan terhadap tim yang bertanding.
“Ajang nobar ini sekaligus menjadi sarana silaturahmi agar pertemanan dan persahabatan tetap diutamakan. Menang atau kalah, tim yang dijagokan itu hal biasa,” tegasnya.
Bupati juga mengaku mengikuti perkembangan turnamen sejak babak semifinal. Dia menilai tim yang keluar sebagai juara memang menunjukkan kualitas permainan yang layak mendapatkan gelar.
“Saya mengikuti dari semifinal. Memang tim juara Piala Dunia 2026 ini sangat tangguh, terutama di lini belakang. Permainan mereka sangat rapi. Menghadapi tipe permainan seperti ini tentu sangat sulit,” ungkapnya.
Meski tim yang didukungnya gagal meraih kemenangan, Frederick tetap menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif. Menurut dia, hasil akhir yang tercipta merupakan cerminan performa kedua tim sepanjang laga.
Baca Juga: Waspada QRIS Palsu! Kenali 5 Modus Penipuan Ini Sebelum Terlambat
“Saya kira hasil ini adalah hasil yang sangat adil. Banyak hal positif yang bisa dipetik dari laga ini,” katanya.
Kesuksesan penyelenggaraan nobar final Piala Dunia 2026 menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Kutai Barat terhadap sepak bola. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dan sportivitas yang ditunjukkan warga selama acara berlangsung. (*)
Editor : Ery Supriyadi