KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Lamine Yamal kembali menorehkan tinta emas dalam kariernya. Winger muda Barcelona itu menjadi bagian penting keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.
Spanyol mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB.
Gol semata wayang Spanyol dicetak Ferran Torres. Meski tidak mencatatkan nama di papan skor pada laga final, kontribusi Yamal sepanjang turnamen menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan La Roja meraih gelar juara dunia.
Baca Juga: Dokter Tifa Klaim Kantongi Dokumen Dugaan Pemalsuan Ijazah Jokowi, Sebut Bisa Gegerkan Persidangan
Keberhasilan tersebut membuat pemain kelahiran 13 Juli 2007 itu mencatat rekor istimewa. Di usia yang masih remaja, Yamal menjadi pemain termuda yang sukses meraih dua gelar bergengsi bersama tim nasional, yakni Piala Eropa (Euro) dan Piala Dunia.
Performa impresif Yamal di level internasional melengkapi pencapaiannya bersama Barcelona. Sejak menjalani debut di tim utama saat masih berusia 15 tahun di era pelatih Xavi Hernandez, perkembangannya terus mencuri perhatian. Pada musim 2023/2024, ia tampil sebagai salah satu andalan Blaugrana dengan kontribusi tujuh gol dan 10 assist di berbagai ajang.
Banyak pihak kini menilai Yamal sebagai salah satu calon bintang terbesar sepak bola dunia. Gaya bermainnya yang kreatif dan kemampuannya melewati lawan membuatnya kerap dibandingkan dengan legenda Barcelona, Lionel Messi.
Lamine Yamal memiliki nama lengkap Lamine Yamal Nasraoui Ebana. Ia lahir di Spanyol pada 13 Juli 2007 dari keluarga yang memiliki garis keturunan Maroko dan Guinea Khatulistiwa. Pemain beragama Islam tersebut bergabung dengan akademi La Masia sejak usia tujuh tahun sebelum menembus tim utama Barcelona.
Dengan usia yang masih sangat muda dan sederet rekor yang telah diraih, Yamal diprediksi masih akan terus menjadi andalan Spanyol maupun Barcelona dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Warga Sumbar dan Riau Diduga Disekap di Myanmar: Mengaku Disiksa dan Diperas hingga Rp220 Juta
Profil Lamine Yamal
Lamine Yamal lahir pada 13 Juli 2007 di Esplugues de Llobregat, Spanyol. Ia merupakan putra pasangan Mounir Nasraoui dan Sheila Ebana.
Bakat sepak bolanya ditempa sejak usia dini di akademi ternama La Masia, tempat yang juga melahirkan banyak legenda Barcelona. Dari akademi tersebut, Yamal berkembang menjadi pemain sayap dengan kemampuan menggiring bola, kecepatan, serta kreativitas tinggi.
Data singkat Lamine Yamal:
Nama lengkap: Lamine Yamal Nasraoui Ebana
Tanggal lahir: 13 Juli 2007
Tempat lahir: Esplugues de Llobregat, Spanyol
Usia: 19 tahun
Kebangsaan: Spanyol
Pendidikan sepak bola: Akademi La Masia Barcelona
Posisi: Penyerang sayap (winger)
Klub: FC Barcelona
Zodiak: Cancer
Tinggi badan: 178 sentimeter
Berat badan: 66 kilogram
Ayah: Mounir Nasraoui
Ibu: Sheila Ebana
Baca Juga: Daftar 26 Kawasan Perairan Indonesia Berpotensi Dilanda Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan
Gaji Lamine Yamal di Barcelona
Seiring meningkatnya performa dan kontribusi di level klub maupun tim nasional, nilai kontrak Lamine Yamal ikut mengalami peningkatan.
Berdasarkan estimasi terbaru, pemain muda Barcelona tersebut memperoleh pendapatan sebagai berikut:
Gaji pokok sekitar 1,67 juta euro atau setara Rp29,3 miliar per tahun.
Bonus performa diperkirakan mencapai 420 ribu euro atau sekitar Rp7,3 miliar per tahun.
Total pendapatan setiap musim mencapai sekitar 2,09 juta euro, setara kurang lebih Rp36,8 miliar.
Nominal tersebut diperkirakan masih berpotensi meningkat setelah keberhasilannya membawa Spanyol menjadi juara dunia.
Deretan Prestasi Lamine Yamal
Meski usianya masih sangat muda, Yamal telah mengoleksi sejumlah gelar dan penghargaan bergengsi, di antaranya:
Juara La Liga musim 2022/2023 bersama Barcelona.
Top skor UEFA Euro U-17 tahun 2023.
Pemain U-23 Terbaik La Liga musim 2023/2024.
Emerging Player Globe Soccer Awards 2024.
Juara Piala Dunia 2026 bersama Timnas Spanyol.
Menjadi pemain termuda yang berhasil meraih gelar juara Euro dan Piala Dunia.
Editor : Uways Alqadrie