KALTIMPOST.ID, Tim nasional sepak bola putra Spanyol berhasil merebut takhta tertinggi sepak bola dunia setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final Piala Dunia 2026. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Ferran Torres di babak perpanjangan waktu, tepatnya pada menit ke-106. Masuk dari bangku cadangan, Torres sukses memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang melesat ke sisi atas gawang. Ia mendedikasikan gol bersejarah tersebut untuk seluruh rakyat Spanyol, dengan menyebutnya sebagai gol yang dicetak oleh 47 juta orang.
Kekalahan ini sekaligus memupus harapan Lionel Messi untuk mempertahankan trofi juara dunia bersama Argentina. Bagi Messi, yang sebelumnya sempat mengisyaratkan pensiun dari panggung internasional setelah turnamen ini, kekalahan tersebut tentu menjadi momen yang emosional. Meski merasa sedih, Messi dengan berlapang dada mengakui keunggulan Spanyol dan menyatakan bahwa timnya sudah berjuang mati-matian.
Meskipun papan skor hanya menunjukkan angka 1-0, skuad La Roja tampil sangat dominan. Spanyol berhasil melayangkan 20 tembakan sebelum Argentina mampu menciptakan peluang pertamanya di paruh kedua babak perpanjangan waktu. Argentina sendiri bisa bertahan berkat aksi memukau penjaga gawang Emiliano Martinez yang berulang kali melakukan penyelamatan krusial, sebuah performa yang bahkan mendapat pujian dari pelatih Spanyol, Luis de la Fuente.
Dengan hasil ini, Spanyol tidak hanya mengunci gelar juara dunia kedua mereka, tetapi juga menorehkan tinta emas sebagai negara pertama dalam sejarah yang memegang gelar juara Piala Dunia putra dan putri secara bersamaan (setelah tim putri Spanyol juara pada tahun 2023). Selain itu, mereka memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 38 laga berturut-turut, rekor terpanjang untuk tim nasional putra di Eropa.
Politisasi Final di Media Sosial: Benturan Narasi Israel-Palestina
Keberhasilan Spanyol di atas lapangan hijau memicu gelombang diskusi hangat di media sosial yang menyeret isu geopolitik Timur Tengah. Muncul klaim dari sejumlah warganet bahwa trofi juara dunia ini didedikasikan Spanyol untuk Palestina.
Media Times of Israel menganalisis bahwa pertandingan final ini bergeser makna di dunia maya menjadi simbol pertarungan antara kubu pendukung Israel dan Palestina. Hal ini dipicu oleh latar belakang figur serta sikap politik dari masing-masing negara:
- Sorotan pada Lionel Messi & Argentina: Messi kerap dihubungkan dengan Israel karena riwayat kunjungan olahraganya ke Yerusalem, keterlibatan dalam laga persahabatan melawan tim asal Israel, serta kontrak komersial dengan perusahaan di sana. Ditambah lagi, Presiden Argentina Javier Milei yang menjabat sejak akhir 2023 dikenal mengambil arah kebijakan luar negeri yang sangat condong ke Israel. Kondisi ini membuat figur publik seperti streamer Sneako melabeli Argentina sebagai bentuk representasi Israel di Amerika Selatan. Meski demikian, banyak suporter Argentina menolak pelabelan tersebut dan mengingatkan bahwa legenda mereka, Diego Maradona, secara historis merupakan pembela setia Palestina. Messi sendiri pun dikenal selalu menjauhkan diri dari pernyataan politik selama kariernya.
- Sorotan pada Lamine Yamal & Spanyol: Dari kubu Spanyol, bintang muda Lamine Yamal mencuri perhatian menyusul aksinya mengibarkan bendera Palestina saat merayakan gelar juara La Liga bersama Barcelona pada Mei 2026. Aksi Yamal ini mendapat apresiasi langsung dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez sebagai wujud solidaritas rakyat Spanyol. Dari sisi diplomasi, Spanyol juga menjadi salah satu negara Eropa paling vokal mengecam aksi militer Israel di Gaza dan telah resmi mengakui kedaulatan negara Palestina pada Mei 2024. Sentimen ini diperkuat oleh figur lain seperti aktor Javier Bardem dan mantan petarung MMA Khabib Nurmagomedov yang secara terbuka memihak kubu Spanyol karena alasan tersebut.
Fakta Mengenai Klaim Dedikasi Juara
Meskipun isu solidaritas terhadap Palestina memang nyata ada di kalangan pemain dan pejabat pemerintahan Spanyol, tidak ada satu pun pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa trofi Piala Dunia 2026 ini dipersembahkan khusus untuk Palestina. Baik dari pihak Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), jajaran tim pelatih, maupun para pemain tidak mengeluarkan pernyataan bernada demikian. Narasi yang ramai di media sosial murni merupakan interpretasi serta respons warganet terhadap konfrontasi simbolis dari dinamika politik kedua negara.
Editor : Ilmidza