Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perlu Alat yang Memadai Hadapi Potensi Bencana di Samarinda tapi Kondisinya Seperti Ini

Eko Pralistio • Kamis, 6 November 2025 | 04:45 WIB
KURANG: Koordinator Tim SAR Samarinda Mardi Sianturi mengakui perlengkapan penanggulangan bencana masih terbatas. (DOK/KP)
KURANG: Koordinator Tim SAR Samarinda Mardi Sianturi mengakui perlengkapan penanggulangan bencana masih terbatas. (DOK/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kerawanan bencana di Samarinda membuat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyiapkan seluruh personelnya dalam kondisi siaga penuh. Banjir, tanah longsor, hingga kecelakaan di perairan menjadi ancaman yang setiap saat bisa terjadi di ibu kota Kaltim.

Koordinator Tim SAR Samarinda, Mardi Sianturi, mengatakan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam setiap operasi kemanusiaan. Basarnas dituntut untuk bergerak cepat, teliti, dan memanfaatkan peralatan yang tersedia secara optimal.

“Kami sangat mendukung kesiapsiagaan saat dibutuhkan. Baik bencana di darat, air, maupun ketinggian, kami siap turun dengan peralatan yang ada,” ujarnya.

Mardi menegaskan, kesiapsiagaan tidak hanya berarti menjaga alat tetap siap pakai, tetapi juga memastikan koordinasi lintas instansi berjalan lancar. Basarnas kerap berkoordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, dan relawan agar penanganan di lapangan lebih efektif.

“Kami tidak menginginkan bencana terjadi. Tapi ketika dibutuhkan, semua tim siap siaga dengan penuh kerendahan hati untuk kemanusiaan,” tambahnya.

Kaltim, lanjut dia, tercatat memiliki indeks risiko bencana yang tinggi. Di Samarinda misalnya, banjir menjadi bencana langganan hampir setiap musim hujan. Selain itu, wilayah perbukitan di sejumlah kecamatan juga rawan longsor.

Letak geografis Samarinda yang dilewati Sungai Mahakam membuat potensi kecelakaan di perairan turut tinggi. Aktivitas transportasi sungai yang padat menuntut kesiapan tim SAR setiap saat. Namun, Mardi mengakui perlengkapan penanggulangan bencana masih terbatas.“Kalau dibilang memadai tentu belum. Tapi apa pun yang ada kami optimalkan untuk pertolongan,” ungkapnya. “Kami berharap dukungan pemerintah terus meningkat agar Basarnas makin siap dan andal," imbuhnya.

Saat ini, Basarnas Samarinda memiliki sejumlah peralatan utama, mulai perahu karet untuk evakuasi di perairan, alat selam lengkap beserta tim penyelam, peralatan mountaineering untuk pertolongan di ketinggian, hingga alat ekstrikasi untuk mengevakuasi korban kecelakaan kendaraan. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bencana #waspada #kurang #Peralatan #samarinda #longsor