Desain Pasar Pagi yang Baru Diubah karena Ada Masalah, Tambah Lantai dan Buka Sungai Alam

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 31 Mei 2024 | 14:30 WIB
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda tengah mendesain ulang bangunan Pasar Pagi yang baru.   SAMARINDA–Perubahan desain karena belum selesainya masalah sosial dengan 48 ruko SHM.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda tengah mendesain ulang bangunan Pasar Pagi yang baru. SAMARINDA–Perubahan desain karena belum selesainya masalah sosial dengan 48 ruko SHM.

 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda tengah mendesain ulang bangunan Pasar Pagi yang baru.

 

SAMARINDA–Perubahan desain karena belum selesainya masalah sosial dengan 48 pemilik ruko yang mengantongi sertifikat hak milik (SHM) di sisi Jalan Gajah Mada dan Jalan Temenggung, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda Marnabas Patiroy menjelaskan, tim DPUPR sedang mengerjakan perubahan desain tersebut. Perubahannya tidak signifikan. Ada penyesuaian ruangan, termasuk akses masuk yang akan ditambah dua, yaitu dari Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gajah Mada. “Secara global tidak ada perubahan signifikan. Kami meminta ukuran lapak tidak diubah, makanya akhirnya jumlah lantai bangunan ditambah," ungkapnya, Kamis (30/5).

Karena ruangnya terbatas akibat belum selesainya masalah sosial dengan pemilik 48 ruko yang mengantongi SHM, bangunan pasar yang semula berlantai 5 ditambah satu lantai. Termasuk sungai alam terdahulu yang sempat tertutup bangunan pasar, rencananya dibangun ulang sebagai upaya pengendalian banjir di kawasan tersebut. "Perubahan bisa disesuaikan karena saat ini masih dalam tahap persiapan pemancangan," jelasnya.

Bagian belakang pasar di Gang Pandai akan difungsikan jalur evakuasi dan bongkar muat pedagang. Lebarnya akan ditambah menjadi 4 meter. "Kami akan membuat skema klaster untuk para pedagang, memisahkan klasifikasi barang yang dijual, serta menempatkan area fasilitas umum seperti musala dan foodcourt di tiap lantai. Sehingga pedagang pasar basah dan kering akan terpisah. Termasuk bahan konveksi serta pedagang emas juga terpisah," terangnya.

Marnabas berharap, pembangunan pasar menjadi langkah persiapan Kota Tepian menghadapi Ibu Kota Nusantara (IKN). "Pasar akan menjadi bukti Samarinda yang pertama menyiapkan area belanja seperti di Tanah Abang Jakarta," tegasnya.

Lebih detail, PPK Pembangunan Pasar Pagi Hendra Irawan mengatakan, saat ini kontraktor pelaksana terus melakukan persiapan lahan. "Total akan ada enam lantai, termasuk lantai 1 untuk parkir," ujarnya.

Dia memerinci, anak sungai alam baru teridentifikasi setelah pembongkaran. Hal itu juga melatarbelakangi penyesuaian desain. "Persiapan pemancangan ditargetkan awal Juni mendatang. Masih penyesuaian, insyaallah tidak menghambat pekerjaan di lapangan," urainya. Saat ini pemkot menganggarkan Rp 375 miliar untuk pembangunan Pasar Pagi baru yang akan menampung lebih dari 2.700-an pedagang. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Dwi Restu A