Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sekolah Terpadu Mulai Dibangun, Dahulukan SD dan SMP

Sukri Sikki • Sabtu, 1 Juni 2024 | 21:45 WIB

 

 

SIAP BANGUN: Tim Disdikbud Samarinda memantau pembangunan sekolah terpadu di area SMP 16 Loa Bakung, beberapa waktu lalu.
SIAP BANGUN: Tim Disdikbud Samarinda memantau pembangunan sekolah terpadu di area SMP 16 Loa Bakung, beberapa waktu lalu.
 

SAMARINDA - Sekolah terpadu mulai dibangun sejak April 2024. Lokasi di eks SMP 16 Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran Rp 69 miliar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda untuk pembangunan sekolah yang terdiri dari SD, SMP, dan SMA dalam satu area ini.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Sekolah Terpadu, Muhammad Syafei, total biaya pembangunan ketiga gedung sekolah tersebut mencapai Rp 89 miliar berdasarkan masterplan. Namun, karena mengikuti skala prioritas, pembangunan SD dan SMP didahulukan karena berada di bawah kewenangan pemkot.

"Sedangkan untuk bangunan SMA akan diusulkan kembali tahun depan," ujarnya, Jumat (31/5).

Dia menjelaskan bahwa secara fisik, sekolah ini akan mempertahankan area hijau seperti kondisi awal. Pihaknya telah meminta kontraktor pelaksana untuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pendataan pohon yang akan diganti.

"Jumlah pohon cukup banyak, dengan ukuran variatif, ada yang berdiameter satu meter bahkan lebih. Beberapa pohon akan diganti karena akarnya berpotensi merusak bangunan. Tetapi beberapa pohon dipertahankan. Ada juga yang pohonnya diganti, mempertahankan lokasi," jelasnya.

Dari sisi konstruksi, dia menerangkan bahwa area sekolah ini akan ditinggikan sekitar 1 meter di atas jalan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pengendalian banjir, mengingat area tersebut rawan banjir karena di belakang sekolah terdapat anak sungai, area ini kerap menjadi limpasan aliran air dari Jalan Padat Karya.

"Akan diupayakan agar sekolah baru ini nanti bisa bebas banjir," tegasnya.

Dirinya berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan rampung akhir tahun ini. Dengan target tersebut, sekolah ini diharapkan dapat digunakan pada 2025. Sementara itu, siswa yang sebelumnya menempati SMP 16 telah dipindahkan ke sekolah terdekat.

"Kami juga berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk mendapatkan dukungan, khususnya dalam pengelolaan SMA yang akan dibangun selanjutnya, karena areanya sudah disiapkan," pungkasnya. (kri/k16)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Sukri Sikki