Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Struktur Jembatan Mahulu Aman, Kerusakan Expansion Joint Hanya Ganggu Kenyamanan Warga Samarinda 

Denny Saputra • Sabtu, 6 Juli 2024 | 05:41 WIB

Tumingan (FOTO: DOK/KP)   
Tumingan (FOTO: DOK/KP)  
KALTIMPOST.ID, Jembatan Mahulu di Kecamatan Loa Janan Ilir dipastikan aman. Struktur jembatan sebagai bagian penting tidak mengalami kerusakan.

Meskipun hasil assessment jembatan 2023 bersama Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menunjukkan kerusakan pada expansion joint, hal tersebut tidak berakibat pada struktur jembatan.

Akademisi Jurusan Teknis Sipil Polnes, Tumingan, menjelaskan bahwa expansion joint merupakan sambungan antar bagian jembatan yang memang tidak boleh menyatu. Kerusakan pada expansion joint adalah hal yang normal akibat pergerakan atau pergeseran saat dilintasi kendaraan. "Dari segi struktur, tidak ada hubungannya dengan expansion joint. Kerusakannya hanya berpengaruh pada kenyamanan pengguna," ujarnya, Jumat (5/7).

Pada jembatan besar seperti Mahulu, jika expansion joint rusak, maka jeda antar bagian jembatan akan semakin lebar dan menyebabkan seperti lubang. Bahwa hasil saran kepada DPUPR Pera Kaltim untuk mengganti expansion joint, karena dalam setahun, bisa dua kali rusak. "Bagian itu memang bergerak dan harus elastis, sehingga tidak bisa disambung dengan las besi," ungkapnya.

Dia menerangkan informasi dari uji dinamis yang dilakukan pada Kamis (5/7) menunjukkan bahwa frekuensi beban pada jembatan yang diperkirakan bisa mencapai 1,5. Namun, hasil uji dinamis menunjukkan angka 1,02-1,03, yang berarti jauh di bawah perkiraan nilai. "Artinya, strukturnya masih aman," tegasnya.

Di Jembatan Mahulu terdapat 18 sambungan jembatan, namun dua titik yang cukup sering rusak, yaitu di bagian tengah dan satu di Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang.

Saat ini, solusi permanen untuk mengatasi kerusakan expansion joint pada jembatan panjang seperti Mahulu masih dicari. “Kami juga membantu memberikan saran,” terangnya

Dirinya menambahkan bahwa rekomendasi dari assessment tahun lalu adalah agar Jembatan Mahulu dilengkapi dengan sensor keamanan untuk memantau pergerakan jembatan dan CCTV. Disarankan juga penggantian bearing dan expansion joint secara rutin, 1-2 tahun sekali. "Balai Jembatan Ditjen Bina Marga Kemen PUPR merekomendasikan Bridge Management System (BMS) untuk pengelolaan jembatan khusus bentang panjang,” singkatnya.

Tujuannya, agar setiap tahun kondisinya jembatan harus diperbarui melalui pengecekan kondisi, seperti kerusakan atau baut longgar. Sehingga bisa direkomendasikan perbaikannya dan dievaluasi. “Sehingga kondisinya tetap aman dan nyaman dilintasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jembatan Mahulu yang menghubungkan Kecamatan Loa Janan Ilir dan Kecamatan Sungai Kunjang ditutup selama tiga jam pada hari Kamis (4/7) untuk menjalani uji dinamis pertamanya sejak dioperasikan pada 2008.

Uji dinamis ini dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR Pera) Kaltim, Balai Jembatan Ditjen Bina Marga, dan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR.

Tujuan dari uji dinamis ini adalah untuk mengetahui tingkat kekakuan jembatan guna mengetahui kelayakan operasionalnya. Selama uji dinamis berlangsung, arus lalu lintas di jembatan diberlakukan satu arah dan dilakukan buka-tutup.

Editor : Uways Alqadrie
#Jembatan Mahakam Ulu #Jembatan Mahulu #jembatan #samarinda #jembatan mahakam