Alat berat yang sebelumnya membantu pembongkaran bangunan Selasa (9/7) lalu tersebut dikembalikan ke segmen Kelurahan Temindung Permai kecamatan Sungai Pinang.
Dikonfirmasi hal ini, Kasi Sungai dan Pantai, bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR Pera) Kaltim Fadly Kasim membenarkan. Pihaknya mengembalikan alat berat tersebut untuk memaksimalkan pengerukan di lokasi sebelumnya.
“Kami tarik dahulu, kembali ke Kelurahan Temindung Permai,” ucapnya, Jumat (12/7).
Dia menjelaskan, bahwa Selasa (8/7) lalu alat berat tersebut diarahkan membersihkan area lokasi kelurahan SPL, untuk persiapan pengerukan, pasca pembongkaran sisa bangunan rumah warga. Di samping itu, mempersiapkan akses naik-turun sedimen hasil pengerukan.
“Segmen jembatan hotel JB-Jembatan Perniagaan lanjutan dari pekerjaan 2023, panjang rencana penanganan sekitar 420 meter. Dimulai dari belakang Lavender Guest House menuju ke sisi jembatan JB, sisi kanan SKM arah ke hilir,” jelasnya.
Dia menerangkan saat ini pihaknya juga mengalami kesulitan dalam pekerjaan di sisi Sungai Karang Mumus. hujan yang mengguyur wilayah Samarinda Utara beberapa waktu lalu membuat debit limpasan air dari waduk Benang sebagai hulu sungai Karang Mumus, terpantau tinggi.
“Debit dari hulu SKM masih sulit diprediksi, karena memasuki musim penghujan, perkiraan lama pekerjaan juga masih kami koordinasikan dengan pihak pelaksana swakelola yakni dari Korem 091/ASN,” ucapnya.
Dia menambahkan masalah lain yang dihadapi yakni faktor musim penghujan saat ini turut menghambat pelaksanaan khususnya pada saat membuat lumpur atau sedimentasi dari sungai ke darat.
Meski demikian pihaknya akan memaksimalkan pekerjaan sehingga program pengerukan sungai bisa menghasilkan hasil yang maksimal.
“Targetnya pertengahan Agustus alat berat kembali mengeruk di sana (belakang Hotel JB). Setelah pengerukan di segmen Kelurahan Temindung Permai selesai,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie