Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Siap-siap 2025 Angkutan Massal di Samarinda, Trans Jakarta Sudah Ajukan Proposal

Denny Saputra • Rabu, 17 Juli 2024 | 08:02 WIB

ATASI MACET: Tahun 2025 Wali Kota Samarinda Andi Harun Menargetkan Angkutan Massal Bisa Beroperasi di Kota Tepian. (FOTO:  DOK)
ATASI MACET: Tahun 2025 Wali Kota Samarinda Andi Harun Menargetkan Angkutan Massal Bisa Beroperasi di Kota Tepian. (FOTO: DOK)
KALTIMPOST.ID, Pemkot terus mematangkan kajian menyediakan transportasi massal bagi warga. Saat ini pemerintah masih mematangkan opsi penyediaan yakni dengan berinvestasi lewat pengadaan bus sendiri, maupun skema pembelian layanan atau buy the service (BTS) dari pihak ketiga.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan sudah memaparkan hasil kajian pihaknya mengenai anggaran yang harus dikeluarkan untuk dua skema tersebut. Saat ini pihaknya masih menanti keputusan wali kota Samarinda mengenai opsi mana yang dipilih. 

“Informasinya Keputusan pimpinan pada Agustus mendatang. (Kalau terealisasi) Rencananya juga dua trayek dahulu,” ucapnya ditemui usai rapat dengan vendor bus listrik bersama wali kota di balai kota, Selasa (16/7).

Dia menyebut saat ini ada baru satu vendor bus listrik yang tertarik berinvestasi di Kota Tepian. Bahwa dari pertemuan tersebut, perwakilan vendor menyampaikan pengalaman kerjanya hingga kesiapan unit dan layanan yang dapat disediakan. 

“Kami menunggu arahan selanjutnya. Karena target yang disampaikan walikota, tahun depan sudah bisa dimulai,” singkatnya.

Namun demikian ketika diputus skema maupun penyedianya, diperlukan waktu hingga enam bulan dari proses lelang maupun pembelian e-katalog hingga bus dapat beroperasi. Perlu proses desain serta branding hingga sosialisasi di masyarakat. 

“Tergantung pada proses pembahasan APBD 2025. Kalau sudah dipilih, maka vendor pemenang atau terpilih sudah bisa menyiapkan infrastrukturnya,” ucapnya.

Dikonfirmasi hal ini, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan saat ini pihaknya masih kembali meminta kepada Dishub serta vendor membuat kajian terkait rencana menghadirkan transportasi publik di 2025 mendatang. Salah satu moda yang berpotensi dipilih yakni bus listrik. 

“Ada vendor yang sudah memperkenalkan diri, yakni vendor di Trans Jakarta. Kami tanyakan persyaratan dari e-katalog hingga komponen TKDN,” ucapnya.

Dia juga meminta agar vendor tersebut bisa membuat kajian kondisi jalan di Samarinda, untuk menentukan bus yang cocok. Termasuk perencanaan rute hingga penempatan titik pengisian daya (stasiun pengisian kendaraan listrik umum/SPKLU), sehingga turut melibatkan tim PLN. “Mereka akan turun ke lapangan melakukan perhitungan. Hasil kajiannya akan disampaikan kembali,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan pemkot perlu menghitung kemampuan keuangan untuk memutuskan skema yang dipilih. “Tetapi minimal ada dua trayek yang bisa beroperasi di tahun depan,” pungkasnya.

Baca Juga: UPDATE! Angkot Demo Balikpapan City Trans: Sopir Bersiap Long March dari Balikpapan Permai 

Editor : Uways Alqadrie
#angkutan massal #Trans Jakarta #samarinda