Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Siap-siap!! Giliran Pedagang Tumpah di Jalan Gerilya Ditertibkan

Eko Pralistio • Sabtu, 20 Juli 2024 | 05:58 WIB

PASAR TUMPAH: Sejumlah pedagang di Jalan Gerilya menerima jika di relokasi. Namun, harus satu titik, Jumat (19/7). (FOTO: EKO PRALISTIO)
PASAR TUMPAH: Sejumlah pedagang di Jalan Gerilya menerima jika di relokasi. Namun, harus satu titik, Jumat (19/7). (FOTO: EKO PRALISTIO)
KALTIMPOST.ID, Setelah pedagang di tepi Jalan Hasanuddin, Samarinda Seberang dan Loa Jonan Ilir ditertibkan pada Rabu (16/7) silam, selanjutnya Pemkot Samarinda akan menertibkan pedagang di kawasan Jalan Gerilya, Kecamatan Sungai Pinang.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Marnabas Patiroy menyebutkan akan menertibkan pasar tumpah di lokasi lai, misalnya di Jalan Gerilya, Kecamatan Sungai Pinang. Sebelum ditertibkan, pemerintah harus menyiapkan tempat relokasi terlebih dahulu sebelum menertibkan.

“Target kami siapkan dulu lapak di Pasar Merdeka bagi pedagang pasar di Jalan Gerilya,” jelas Marnabas.

Sementara itu, Asnari (48), salah satu pedagang sayuran tersebut mendukung jika memang benar relokasi dijadikan satu titik. Nah, yang paling dekat adalah Pasar Merdeka, namun pedagang itu berharap bahwa dalam relokasi yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat, pedagang tidak dipungut biaya. 

“Setuju saja mas. Kalau tujuannya bagus enggak masalah, dan harapan kami tidak dipungut biaya saat di relokasi ke pasar,” ungkapnya saat ditemui Kaltim Post, Jumat (19/7).

Terlebih, kata Asnari, setelah relokasi selesai, para pedagang di kawasan tersebut bisa dicarikan tempat yang baik di sejumlah pasar yang tersedia. Misalnya di Pasar Merdeka. Namun, ketika diberikan atau untuk menyewa lapak di pasar tersebut, harapannya pemerintah bisa menjamin tidak ada ketentuan pembayaran diluar dari tarif yang ditentukan pemerintah.

“Sebab, saya dulu pernah berjualan di situ (Pasar Merdeka). Saya sudah bayar lain-lain, tapi enggak lama dipindahkan di bagian belakang dengan alasan yang enggak masuk akal. Itu sebabnya saya keluar dan memilih berjualan di sini (Pasar Tumpah Jalan Gerilya),” sambungnya.

Untuk bisa menyambung dagangan, Asnari menyewa lapak di kawasan Jalan Gerilya itu sebesar Rp 1.5 Juta. Pembayarannya tergantung kesepakatan, bisa perbulan atau pertahun.

“Tapi saya bayarnya perbulan, mas. Karena kalau pertahun agak sulit dikumpulkan,” tuturnya.

Hal serupa yang diungkapkan Asnari, pedagang buah yang enggan namanya disebutkan menurutkan, bahwa relokasi pedagang yang direncanakan pemerintah pada dasarnya didukung. Tapi, yang relokasi tersebut harus dilakukan kepada seluruh pedagang.

“Jadi adil kalau begitu. Kalau hanya sebagian pedagang kan aneh mas,” tegasnya.

Sebagai informasi, pasar tumpah di kawasan Jalan Gerilya sudah beroprasi sejak lama. Jenis yang dijual pun beragam, seperti sayuran, buah-buahan, ikan, ayam, dan barang pecah belah lainnya.

 

Editor : Uways Alqadrie