Penemuan itu berawal ketika warga sekitar mencium aroma yang tak sedap. Kemudian mereka berusaha mencari asal aroma tersebut. Warga menelusuri semakin dalam, dan tepat di rumah Alfiran aroma tersebut semakin kuat.
“Sekitar magrib, mas. Jam 18.00 Wita, kenapa kami curiga di rumah almarhum. Sebab, aromanya semakin tajam,” ucap Mia, di sela-sela evakuasi jasad tersebut.
Nah, warga kemudian berinisiatif masuk ke rumah Alfiran dan jasad tersebut ditemukan dalam posisi kaku terlentang. Pun masih mengenakan kaos dan celana pendek. Mia menambahkan, selama ini Alfiran tinggal seorang diri di rumah tersebut. Keluarganya ada, tapi di Samarinda Seberang. Beberapa kali ketika warga menjenguk Alfiran, pria itu mengeluh kesakitan dan sempat dirawat Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda.
“Biasanya ada kami jenguk, mas. Tapi sekitar 2 minggu ini kami belum ada berkunjung ke rumah almarhum. Nah, dia memang beberapa hari terkahir enggak ada keluar rumah, karena sakit stroke. Setelah didatangi warga, ternyata sudah meninggal,” sambungnya.
Kasubnit Opsnal Reskrim Polsek Samarinda Kota, Aipda Muhammad Badrun mengatakan, setelah warga melaporkan bahwa ada jasad di sebuah rumah, Tim Inafis Polresta Samarinda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dan, kata dia, jasad ditemukan dalam kondisi sudah membusuk. Di sekitar lokasi kejadian, ada banyak botol plastic bekas.
Proses evakuasi berlangsung. Jasad dimasukan ke kantong jenazah. Jasad tersebut dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sembari menunggu persetujuan dari keluarga.
“Diperkirakan Alfiran meninggal dunia lebih dari tiga hari. Jika dilihat secara kasat mata, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara meninggal dunia dikarenakan sakit,” singkatnya.
Editor : Uways Alqadrie