Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Budy Santoso, menjelaskan bahwa pembangunan turap ini sangat penting untuk mengamankan pondasi pylon 7 dari gerusan aliran Sungai Mahakam. Dengan adanya turap ini juga diharapkan mencegah terjadinya longsor. "Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini sebesar Rp 3,89 miliar, cukup untuk mengamankan area sekitar pylon 7," ujarnya, Jumat (26/7).
Secara fisik, konstruksi turap yang dibangun menggunakan dinding penahan tanah (DPT) beton dengan ketinggian 3,4 meter, lebar poer plate 3,0 meter, dan kedalaman pancang bervariasi hingga mencapai 24 meter. Persiapan pembangunan turap ini telah dimulai sejak April 2024. “Saat ini pekerjaan terus dilakukan dengan harapan bisa selesai tepat waktu yakni September mendatang,” ucapnya.
Dia menerangkan adanya kegiatan di kaki jembatan, tidak mempengaruhi peningkatan jalan yang tengah dilakukan tim PUPR Samarinda di badan jalan atau bentang atas jembatan. Namun, demikian ada potensi kendala seperti pengaruh pasang surut Sungai Mahakam dan akses yang terbatas menuju lokasi pekerjaan. "Kami tengah berupaya untuk menimbun area pancang terlebih dahulu hingga di atas elevasi pasang, kemudian baru dilakukan pekerjaan pemancangan,” terangnya.
“Saat nanti pekerjaan pengecoran, kami menggunakan metode dewatering dan menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan pasang surut," sambungnya.
Namun, apakah dengan pembangunan ini, fungsi jembatan Achmad Amins sebagai perlintasan kendaraan berat bisa kembali normal, dirinya mengaku belum. Karena untuk menentukan apakah jembatan Achmad Amins dapat dilintasi kendaraan berat, diperlukan kajian teknis lebih lanjut dari tim ahli jembatan yang bersertifikat.”Setelah ada kajian dan perhitungan teknis barulah diketahui apakah bisa kembali dilalui kendaraan berat dan perlintasan kontainer," ujarnya.
Karena sebagaimana diketahui, usia longsong April 2021 lalu, pemkot membatasi ukuran kendaraan yang melintas, dengan memasang portal serta barrier. Saat ini boleh melintas yakni kendaraan roda 2, roda empat serta kendaraan muatan ukuran kecil.
Dia berharap pembangunan turap pengaman ini, dapat meningkatkan keamanan dan stabilitas jembatan Achmad Amins, serta mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di masa mendatang. “Ini merupakan salah satu rekomendasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Kementerian PUPR, demi meningkatkan keamanan jembatan,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie